Selasa, 24 Mei 2022
23 Syawal 1443

Kinerja Keuangan Berbalik Cuan, Target Harga Saham MAPI Rp900

Kinerja Keuangan Berbalik Cuan, Target Harga Saham MAPI Rp900 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Ahmad Munjin

Emiten sektor ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melaporkan laba bersih 2021 senilai Rp438,91 miliar dari periode sama 2020 dengan kerugian Rp553,72 miliar. Analis pun menargetkan harga sahamnya di Rp900 per unit.

Pada perdagangan Senin (11/4/2022) hingga pukul 11.27 WIB, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menguat 20 poin (2,4%) ke posisi Rp865. Tertingginya di 870 dan terendah 840. Jumlah lot yang ditransaksikan 99,89 ribu lot dengan valuasi Rp8,6 miliar dan harga rata-rata di Rp859.

Research Associate Panin Sekuritas Jonathan Guyadi memberikan ulasan terkait laporan keuangan emiten MAPI untuk full year 2021 sekaligus rekomendasi sahamnya. “Yang mana, kinerja keuangan untuk kuartal IV-2021 menunjukkan angka yang cukup positif,” katanya di Jakarta, Senin (11/4/2022).

Emiten sektor ritel ini mencatatkan pendapatan Rp6,3 triliun atau meningkat 115,3% secara kuartalan (kuartal IV-2021) dari kuartal sebelumnya yang meningkat 35,6%.

“Peningkatan ini cukup signifikan karena momentum Natal dan Tahun Baru yang cenderung positif dari sisi penjualan mereka,” papar dia.

Baca juga
Perlindungan Agen BRILink Jadi Perhatian Menteri Erick

Padahal, di awal kuartal III-2021 pemerintah menerapkan lockdown. “Itu cukup positif juga peningkatan pendapatannya,” ujarnya.

Sementara pendapatan untuk full year 2021 tercatat mencapai Rp18,4 triliun. Angka ini meningkat 24,1% secara year on year. “Ini inline dengan estimasi Panin Sekuritas tapi di atas consensus,” ungkap Jonathan.

Sedangkan margin laba kotor tercatat meningkat 42,1% di kuartal IV-2021 ketimbang kuartal sebelumnya di level 38,2% dan 41,3% tahun sebelumnya.

PPN Naik, Margin MAPI Tetap Terjaga

“Terkait peningkatan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) per 1 April 2022, ini akan price in kepada konsumen. Jadi, margin MAPI masih akan terjaga,” ungkap dia.

Margin MAPI untuk full year 2021 tercatat 41,8%. Angka ini stabil ketimbang tahun sebelumnya di posisi 41,6%.

Secara umum dari laba bersih tersebut, MAPI mencatatkan keuntungan bersih pada kuartal IV-2021 sebesar Rp522 miliar. Sedangkan di kuartal III-2021, emiten ini masih mengalami rugi bersih Rp305 miliar.

Baca juga
BCA Kantongi Laba Bersih Rp8,1 Triliun di Triwulan I-2022

“Ini meningkat signifikan sebesar 912% ketimbang kurartal yang sama tahun sebulumnya dengan keuntungan di Rp52 miliar,” ucapnya.

Terkait peningkatan signifikan tersebut, Jonathan melihat karena penjualannya yang positif untuk kuartal IV-2021. “Mobilitas masyarakat juga lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. Kita melihat kemungkinan terdampak dari one of employment benefits pada kuartal IV-2022,” tuturnya.

Secara umum, untuk laba bersih tercatat di level Rp439 miliar, Ini inline dengan estimasi kami namun di atas konsensus,” ujarnya.

Dari sisi neraca, MAPI juga relative masih solid di mana net gearing tercatat di 0,33 kali pada full year 2021. Sedangkan di tahun sebelumnya di 0,62 kali.

“Kita merekomendasikan beli untuk saham MAPI dengan target harga di 900 per saham yang merefleksikan Price to Earnings Ratio 0,74 kali untuk 2022,” imbuhnya.

Kinerja Keuangan Berbalik Cuan

Selama periode 2021 MAPI mengantongi pendapatan bersih Rp18,42 triliun. Hasil ini, naik 24% dari periode yang sama 2020 dengan pendapatan bersih Rp14,85 triliun.

Baca juga
Kinerja Solid, Laba Bersih BSI Tumbuh 38,42 Persen di Kuartal IV-2021

Laporan keuangan perseroan Senin (11/4/2022) menunjukkan laba kotor pada 2021 tercatat Rp7,69 triliun, menanjak 24,43% dari periode sama 2020 dengan laba kotor Rp6,18 triliun. Sementara laba usaha mencapai Rp1,23 triliun, naik dari periode sama 2020 dengan rugi usaha Rp56,86 miliar.

Laba sebelum pajak sebesar Rp691,61 miliar dari rugi sebelum pajak Rp723,81 miliar tahun sebelumnya. Laba bersih tahun 2021 yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sejumlah Rp438,91 miliar dari periode sama 2020 dengan rugi Rp553,72 miliar.

Total liabilitas perseroan mencapai Rp9,69 triliun hingga periode 31 Desember 2021 turun dari total liabilitas Rp11,15 triliun hingga periode 31 Desember 2020. Total aset mencapai Rp16,78 triliun, turun dari periode sama 2020 dengan total aset Rp17,65 triliun.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

 

Tinggalkan Komentar