Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Kisah 22 Tahun Andien Berkarya di Dunia Musik Tanah Air

22 Tahun Andien
istimewa

Perjalanan panjang karir Andien di dunia musik Tanah Air tidak perlu diragukan lagi. Pada 22 Februari 2022, genap 22 tahun Andien berkarya.

Andien adalah seorang penyanyi yang mengawali karirnya di tahun 2000. Debutnya dengan titel penyanyi jazz, membuat Andien merasa beruntung karena  bisa membuatnya berkolaborasi dengan berbagai macam musisi dari berbagai genre.

Elfa Secioria, Indra Lesmana, Tohpati, Andi Rianto, Candra Darusman, adalah sederet musisi besar Tanah Air yang pernah memproduksi musik Andien. Hingga saat ini, Andien sudah mengeluarkan tujuh album, kurang lebih 60 lagu, serta meraih berbagai penghargaan Anugerah Musik Indonesia, di antaranya sebagai Penyanyi Wanita Terbaik, Penyanyi Jazz Terbaik, Album Jazz Terbaik, Penyanyi Pendatang Baru Terbaik, dan Penyanyi R&B Terbaik.

Selain perannya sebagai penyanyi, Andien juga merupakan sosok yang begitu erat dengan isu sosial, budaya, keluarga, kesehatan, hingga lingkungan. Pada setiap karya yang ia keluarkan, ia mencoba untuk mengawinkan karyanya ke sebuah cause tertentu, supaya banyak orang merasa terbantu.

Andien juga mendirikan sebuah Yayasan yang bergerak di bidang fesyen berkelanjutan bernama Setali, ia kerap mengkampanyekan mengenai isu reduce, reuse, recycle.

Pada 22 Februari 2022, 22 tahun sudah Andien lalui dalam perjalanan karirnya. Ia berharap semoga semakin mampu menjadi katalis rasa dari para pendengar dan menebarkan manfaat yang semakin dalam lewat karya-karyanya.

Baca juga
Serupa Facebook, Twitter Mulai Gulirkan Fitur Komunitas

Tepat 22 tahun berkarya, Andien lahirkan Melodi Monolog: Dan Lalu

Dalam Melodi Monolog : Dan Lalu Andien membawakan 12 lagunya yang terbagi menjadi tiga fase perjalanan, yaitu: Mulai, Lerai, Sampai.

Ini adalah rangkaian fase perjalanan panjang anak manusia dalam kehidupan yang pada prosesnya memantik sebuah tanya Dan Lalu? di kepala. Konsep pertunjukan ini diambil dari proses Andien mencatat mimpi dan menyelami imajinasinya.

Setiap lagu dalam pentas ini akan terkemas apik dalam bentuk narasi-narasi yang reflektif. Seakan mengajak penonton yang menyaksikan pertunjukan ini ikut berefleksi dan bercermin ke dalam diri.

Melodi Monolog: Dan Lalu disutradarai oleh Shadtoto Prasetio, sutradara dan creative director yang khas dengan pengadeganan dramatis. Berkonsep live recorded dari hutan De Djawatan, Banyuwangi, Jawa Timur, pertunjukan ini berdurasi 45 menit. Pertunjukan ini memang dekat dengan Bumi dan alam, yang menurut Andien adalah tempat kita memulai segalanya.

Andien membawakan lagu-lagunya dari periode tahun 2000-2021. Lagu-lagu Andien dalam konser ini terdengar memiliki nuansa yang berbeda dari versi asli karena diaransemen ulang oleh music director Lie Indra Perkasa.

Baca juga
Larangan Korea Selatan Pergi ke 6 Negara Diperpanjang 6 Bulan

“Awalnya aku ngebayangin visualnya semacam imaginary journey into another realm, jadi bunyi-bunyian alat tiup orkes mendominasi. Aku juga merasa treatment lagu-lagu-lagunya harus cinematic, terisi dengan bunyi-bunyian ilustratif yg non konvensional,” ujar Lie Indra Perkasa, Jakarta, Jumat, (18/02/2022).

Lie Indra Perkasa mengemas konsep musik perjalanan 22 tahun Andien berkarya ke dalam dimensi yang lebih mendalam dan spiritual. Itulah mengapa walau dalam pertunjukan ini tidak ada lagu baru tetapi Lie Indra Perkasa menampilkan nuansa yang berbeda dengan memasukan bunyi-bunyian woodwinds (bass, clarinet, flute) dan brass (flugel, bass trumpets, tuba).

Untuk semakin mendukung atmosfer magis dan surreal dari Melodi Monolog: Dan LaluAndien akan berinteraksi dengan penari-penari yang geraknya dikoreografikan oleh koreografer muda Alisa Soelaeman. Fesyen yang menjadi elemen penting dalam pertunjukan ini dikerjakan oleh fashion designer Tangan dan Jonathan Andy sebagai fashion director.

Selain mendaur ulang lagu dan makna dari prosesnya berkarya selama 22 tahun di industri musik Indonesia, Andien juga mendaur ulang (upcycle) pakaian yang ia pakai dalam pertunjukan ini. Baju yang Andien pakai dalam Melodi Monolog: Dan Lalu adalah gabungan empat gaun yang dipakai Andien di konser-konsernya terdahulu.

Baca juga
Istri Raja Narkotika Dunia Divonis Bersalah, dari Penjara Sampai Denda

“Mengapa upcycle? Karena saya ingin mendukung sustainable fashion dengan memberitahu masyarakat bahwa pakaian daur ulang itu indah dan punya nilai tersendiri. Pakaian upcycle dalam konser ini juga menyimbolkan tentang perjalanan manusia yang punya siklus Mulai, Lerai, Sampai yang tanpa kita sadari terus berulang, sampai nanti waktu kita selesai,” jelas Andien.

Melodi Monolog: Dan Lalu akan ditayangkan pada tanggal 22 Februari 2022, tepat pada 22 tahun Andien berkarya. Andien berharap  karya ini akan menyentuh hati banyak penonton yang selama ini sudah setia menemani perjalanan Andien di dunia musik. Dan tentu untuk memantik pertanyaan-pertanyaan baru di kepala pendengar tentang perjalanan kehidupan.

“Kesempatan menyelenggarakan 22 tahun berkarya di 22 Februari 2022 ini adalah kesempatan yang hanya datang satu kali dalam seumur hidupku. Dengan pertunjukan daring ini, aku bisa mewujudkan imajinasi terliarku di tengah hutan, yang sudah menjadi impianku sejak dulu. Pada kesempatan ini, aku ingin membagikan cerita melalui pertunjukan yang sarat makna, yang aku harap bisa menjadi refleksi dari perjalanan kita semua dalam fase sirkular perjalanan manusia,” ujar Andien.

Tinggalkan Komentar