Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Kisah Akhlak Para Wali: Kakek Lanjut Usia dan Pohon Kurma

Jumat, 17 Des 2021 - 08:40 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Kisah Akhlak Para Wali Kakek Lanjut UsiaFoto Istock- inilah.com
Kisah Akhlak Para Wali Kakek Lanjut Usia Foto Istock

Suatu hari Kisra (Julukan raja-raja Persi ) Anu Syarwan berjalan melewati seorang pria lanjut usia yang sedang menanam pohon kurma. Ia pun bertanya kepadanya:

“Untuk apa engkau menanam pohon kurma itu, sedangkan usiamu sudah cukup tua. Bukankah kemungkinan besar engkau tidak akan menikmati buahnya?”

“Orang-orang yang telah meninggal dunia yang menanam kurma dan saat ini kita yang menikmati buahnya. Kini aku pun menanam pohon kurma ini dengan harapan agar orang-orang sepeninggalku nanti dapat menikmati hasilnya,” jawab lelaki tua itu.

Anu Syarwan lalu memberinya hadiah uang tunai sebesar empat ribu dirham. Ketika menerima hadiah tersebut, lelaki itu berkata:

“Biasanya pohon kurma baru akan berbuah setelah berusia sepuluh tahun, akan tetapi, pohon yang satu ini baru ditanam langsung membuahkan hasil untukku.”

Baca juga
Dicecar 32 Pertanyaan, Kekasih Brigadir J Ungkap Percakapan Terakhir

Anu Syarwan kembali memberinya empat ribu dirham sembari berkata, “Lelaki ini seorang yang bijak.” Ketika menerima uang tersebut, kakek tersebut kembali berkata, “Biasanya, dalam setahun pohon kurma berbuah hanya sekali, sedangkan pohon kurmaku ini, dalam sehari telah membuahkan hasil untukku sebanyak dua kali.”

Anu Syarwan kembali memberinya empat ribu dirham sembari berkata kepada bendaharanya, “Mari segera kita tinggalkan tempat ini, sebelum lelaki ini menghabiskan harta kita.”

Hikmah Di Balik Kisah

Bekerja mencari rezeki yang halal merupakan sebuah perbuatan yang mulia, hanya saja ia akan menjadi semakin mulia dan berbobot jika disertai dengan niat-niat yang mulia. Habib ‘Abdullâh Bin ‘Alwî Al-Haddâd dalam salah satu nasihatnya berkata:

Baca juga
Awali Tahun Baru 2022, Gubernur Anies Sampaikan Semangat Optimisme

Seseorang hendaknya bekerja dengan niat untuk memberikan manfaat kepada dirinya, kepada orang lain dan kepada semua orang yang akan lahir sepeninggalnya kelak. Sesungguhnya sebagian besar orang di zaman ini pun hidup dengan harta peninggalan orang-orang terdahulu dan tinggal di rumah-rumah mereka.

Sudahkah kita bekerja dengan niat untuk memberikan manfaat kepada orang banyak, kepada generasi setelah kita, kepada anak cucu kita……?

(Dikutip dari Habîb ‘Ahmad bin Hasan bin ‘Abdullâh Bin ‘Alwî bin Muhammad bin Ahmad Al-Haddâd, Tatsbîtul Fuâd, juz.1.hal.110-111.)

Kalam Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus

Tinggalkan Komentar