Selasa, 16 Agustus 2022
18 Muharram 1444

Kisah Sukses Pencuci Hotplate Jadi Direktur Utama Waroeng Steak & Shake

Senin, 04 Jul 2022 - 18:34 WIB
Img 20220704 Wa0009 - inilah.com
Direktur Utama PT Waroeng Steak, Riyanto. Foto: Istimewa

Riyanto, pria asal Wonogiri, Jawa Tengah mengungkapkan kisah suksesnya dalam mengelola bisnis. Jujur, amanah dan terus belajar menjadi sebuah prinsip hidup Riyanto. Dengan keteguhan prinsip yang dimiliki, anak kampung yang dulunya hanya tukang cuci hotplate di Waroeng Steak & Shake, kini telah mengemban tugas berat sebagai Direktur Utama PT Waroeng Steak Indonesia.

Bukan perjalanan yang mudah untuk bisa berada di posisinya saat ini. Riyanto semangat bersedia berbagi cerita dibalik pencapaian suksesnya sebagai pemimpin perusahaan yang kini memiliki ratusan cabang itu.

“Saya memiliki 3 prinsip dalam hidup yang saya pegang sampai detik ini. Prinsip jujur, amanah, dan terus belajar,” kata Riyanto seperti mengutip dari siaran pers, Senin (4/7/2022).

Pria yang akrab dengan sapaan Rinto ini mengungkapkan bahwa semasa kecil tumbuh di lingkungan keluarga yang sederhana. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat Rinto tak ingin berpangku tangan. Apalagi harus menuntut banyak keinginan kepada orangtuanya.

Sejak Sekolah Dasar, Rinto harus ditinggal kedua orang tuanya yang mencari nafkah di Kota Solo. Bersama neneknya di kampung, Ia belajar hidup mandiri. Bahkan dirinya ikut membantu pekerjaan tani sang nenek.

Di samping itu, sambil menamatkan pendidikan SLTA, Rinto kerap mencari uang saku tambahan dengan bekerja paruh waktu di warung bakso kaki lima yang berada di pasar dekat sekolahannya. Bahkan Rinto menceritakan pengalaman uniknya, kalau dia pernah menjadi figuran sinetron Wiro Sableng yang kebetulan mengambil lokasi syuting di daerahnya. Semua dia lakukan demi mendapat uang saku tambahan untuk membantu orangtuanya membayar uang sekolah.

Baca juga
Sah! Astra International Angkat Satu Direktur dan Dua Komisaris Baru

Tapi usaha Rinto tidak mau dia umbar. Pekerjaan sampingan ia jalani sambil terus bersekolah. Rinto tidak pernah menceritakan hal itu kepada orangtuanya. Dia berprinsip selama yang ia kerjakan adalah halal dan tidak merugikan orang lain maka ia lakukan dengan semangat dan totalitas.

Selanjutnya, Rinto sadar betul bahwa orangtuanya tidak akan mampu untuk mengkuliahkan dirinya. Padahal ia sangat ingin kuliah. Tapi impian itu tidak pernah padam. Dengan tekad untuk terus belajar mengembangkan potensi diri meski tidak lewat pendidikan formal.

Rinto mulai rajin membaca buku–buku tentang kiat usaha dan kisah sukses pengusaha. Semua buku yang menjadi bacaannya menjadi motivasi hidupnya untuk bekerja. Rinto punya mimpi bahwa suatu waktu nanti bisa sukses dengan bekerja. Apalagi di perusahaan yang ownernya mempunyai visi bisnis sukses dunia akhirat.

Sukses Memimpin Ratusan Cabang Restoran

Mimpi itu telah terkabul sekarang. Dengan perjalanan yang tidak instan, Rinto menjabat sebagai Direktur Utama PT. Waroeng Steak Indonesia. Ia mengemban amanah itu sejak awal 2022. Dia bangga dapat mengembangkan perusahaan yang bergerak di bidang food and beverage itu.

Baca juga
Wagub DKI: Pergantian Dirut LRT Jakarta Adalah Hal Biasa

“Perjuangan yang saya tempuh dari bawah tidaklah mudah. Selain perlu waktu yang panjang, untuk mencapai kesuksesan juga butuh keikhlasan.masuk sebagai staf outlet bertugas mencuci hotplate pada tahun 2000,” katanya.

“Saya tekuni dan terus belajar menguasai bidang lain seperti waiters, kasir, cooking membuat saya mendapat kepercayaan menjadi Supervisor. Tahun 2002 saya mendapat amanah menjadi manajer operasional kota Semarang dengan membuka tiga outlet dalam tempo 1 tahun dan sukses,” katanya.

Kepercayaan terhadap Rinto dari pimpinan terus tumbuh. Bahkan dalam waktu singkat, dia kembali dipercaya untuk mengembangkan Waroeng Steak & Shake di Kota Jakarta dan Medan. Setelah 14 tahun berada di divisi operasional, pada tahun 2014 Rinto mulai masuk dalam jajaran top manajemen. Dia mendapat tugas baru di divisi litbang. Dan pada 2016 dia diminta kembali untuk menangani divisi operasional regional DIY Jateng, Jatim, Bali dan Makassar. Restruktur kembali terjadi, dan pada awal tahun 2020, pemilik memutuskan Waroeng Steak & Shake menjadi badan usaha.

“Berbentuk PT. Dan Alhamdulillah, saya diberi amanah dan tanggungjawab yang lebih besar lagi menjadi direktur. Saya mencapai titik dimana saat ini merupakan buah hasil dari Dream, Pray dan Action (Ikthiar) saya,” ujar laki-laki yang suka dengan klub bola Chelsea ini.

“Tetapi yang jauh lebih membuat saya merasa bersyukur adalah dimana perusahaan ini selalu mengedepankan sisi spiritual leadership kepada semua karyawannya. Perusahaan menciptakan sebuah budaya dengan program spiritual company. Semua pekerjaan diniatkan untuk ibadah sehingga hasil yang kita dapatkan adalah keberkahan,” ujar Rinto.

Baca juga
Polisi Bidik Tersangka Lain Kasus Holywings, Lebih Tinggi dari Direktur Kreatif

Waroeng Steak & Shake kini menjajaki usia 22 tahun. Sebagai brand lokal, restoran steak asli Indonesia ini terus tumbuh ditengah ketatnya persaingan dalam dunia kuliner. Terutama dengan merek-merek dari luar negeri yang banyak masuk.

Aspek Spiritual

Waroeng Steak & Shake bahkan telah menjadi role model bagi banyak pelaku UMKM di Tanah Air. Terutama dalam penerapan program spiritual company. Salah satu program dari spiritual company untuk meningkatkan leadership karyawan dari sisi spiritual. Program ini telah dijalankan sejak 2010 silam.

Program-program yang dijalankan seperti sholat wajib berjamaah, sholat sunnah dhuha dan membaca Al-Quran sebelum bekerja, pelajaran tahsin per pekan, hafalan surat pilihan (Al-Mulk, Yasin, Ar-Rahman dan Al-Waqiah) sebagai syarat undian umrah untuk karyawan serta kegiatan pengajian bersama masyarakat sekitar.

Tinggalkan Komentar