Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini

Senin, 16 Agu 2021 - 17:21 WIB
Penulis : Anton Hartono
Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini - inilah.com

Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini merupakan judul puisi karya
Taufiq Ismail yang ditulis pada 1966 silam. Pujangga asal ranah Minang
itu berusaha menggugah semangat perjuangan untuk mendorong serta
mendobrak keterkungkungan rakyat Indonesia.

Saat ini Indonesia
tengah merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-76 dan juga kali kedua peringatan
kemerdekaan berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Sehingga masyarakat
hanya bisa merayakan hari kemerdekaan di rumah saja atau mengikuti
upacara bendera secara virtual.

Media sosial pun banyak yang
menuliskan penggalan-penggalan bait puisi kemerdekaan untuk
membangkitkan jiwa nasionalisme generasi muda saat ini. Puisi milik
Taufiq Ismail ini menggambarkan ikhtiar bangsa yang ingin maju, bangkit
dari keterpurukan masa pejajahan.

Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini
Tidak ada pilihan lain
Kita harus berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur

Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”
Tidak ada lagi pilihan lain

Baca juga
Cara Google Ikut Rayakan HUT RI Ke-76

Kita harus berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh

Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.

(Taufik Ismail/1966)

Selain
Taufiq Ismail, berikut puisi-puisi yang banyak diposting di media
sosial saat hari kemerdekaan untuk membangkitkan semangat perjuangan,

Merdeka Indonesiaku
Hari ini … tujuh belas Agustus
Indonesia memperingati hari lahirnya
Gema merdeka dikumandangkan
Dari segala penjuru negeri ini

Baca juga
SBY Singgung Jokowi, Tak Ada Resep yang Ajaib

71 tahun silam …
Indonesia dijajah oleh kaum penjajah
Banyak darah ditumpahkan, nyawa dikorbankan
Demi untuk satu kata MERDEKA

Kini … Indonesia telah merdeka
Rakyat dapat tersenyum bangga
Sang saka merah putih berkibar sempurna
Mengudara di angkasa raya

Jayalah Negeriku
Makmurlah bangsaku
Kau tetap Indonesiaku
MERDEKA..MERDEKA..MERDEKA

(Rodiyah Allahuan)

Kemerdekaan Ini
Kemerdekaan ini adalah usaha
Usaha tanpa menyerah para pahlawan

Kemerdekaan ini adalah keringat
Yang setia mencucur ruah hingga habis

Kemerdekaan ini adalah lelah
Lelah yang setia menghantu

Kemerdekaan ini adalah darah
Karena berjuta ton darah raib untuk kemerdekaan, tergadai

Kemerdekaan ini adalah nyawa
Karena di indonesia ini beratus ratus tahun silam nyawa melayang

Semuanya untuk indonesia
Semuanya untuk senyum anak indonesia
Semuanya untuk masa depan indonesia yang lebih cerah

Baca juga
SBY Singgung Jokowi, Tak Ada Resep yang Ajaib

(Rayhandi)


Hari Kemerdekaan

Akhirnya tak terlawan olehku
tumpah di mataku, dimata sahabat-sahabatku
ke hati kita semua
bendera-bendera dan bendera-bendera
bendera kebangsaanku
aku menyerah kepada kebanggan lembut
tergenggam satu hal dan kukenal

tanah dimana ku berpijak berderak
awan bertebaran saling memburu
angin meniupkan kehangatan bertanah air
semat getir yang menikam berkali
makin samar
mencapai puncak ke pecahnya bunga api
pecahnya kehidupan kegirangan

menjelang subuh aku sendiri
jauh dari tumpahan keriangan di lembah
memandangi tepian laut
tetapi aku menggenggam yang lebih berharga
dalam kelam kulihat wajah kebangsaanku
makin bercahaya makin bercahaya
dan fajar mulai kemerahan

(Sapardi Djoko Damono)

Tinggalkan Komentar

×