Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

KKN di Desa Penari Pecah Rekor Tembus Lebih 3 Juta Penonton Hanya 9 Hari

Senin, 09 Mei 2022 - 17:03 WIB
KKN di Desa Penari
Tangkapan layar dari Instagram md_entertainment

Film KKN di Desa Penari pecahkan rekor. Hanya dalam penayangan sembilan hari, film garapan sutradara Awi Suryadi tersebut berhasil meraih penonton 3.013.079.

Film hasil produksi MD Picture tersebut mendapat data penonton dari XXI dengan sejumlah 1.557.793 penonton atau sebesar 52,36 persen.

Kemudian, penonton yang berasal dari layar levar CGV, berjumlah 691.147 penonton atau sebesar 22,9 persen.

Untuk penanyangan di Cinepolis, berhasil meraup penonton 359.778 penonton atau sebesar 11,9 persen.

Penayangan film tersebut sejak 30 April 2022 di bioskop lainnya berhasil meraih 384.361 atau sebanyak 12,7 persen.

“Terima kasih untuk kalian yang sudah rela antri, ticket war, dan nonton di bioskop!! Dukung terus Film Indonesia, jangan nonton yang bajakan!!!! Bangga film Indonesia,” seperti mengutip dari Instagram @kknmovie, Jakarta, Senin, (9/5/2022).

Baca juga
Jadi Sutradara Film Rumah Kaliurang, Dwi Sasono Akui Nekat

Berhasil meraih hati penonton Indonesia

Meski tayang berbarengan dengan film Doctor Strange 2 di bioskop saat libur Lebaran, film KKN di Desa Penari ternyata mendapat perhatian yang besar dari masyarakat pecinta film indonesia.

Film yang dibintangi oleh Adinda Thomas, Tissa Biani, dan Achmad Megantara berhasil membuat penonton bertemu Badarawuhi.

Badarawuhi adalah sosok penari misterius yang mengganggu mahasiswa ketika melaksanakan kegiatan KKN di Desa tersebut.

Dengan melihat jumlah penonton yang terus bertambah, menjadi sebuah pertanda kebangkitan film Indonesia usai 2 tahun dihantam pandemi COVID-19.

Film menjadi bagian dari industri ekonomi kreatif yang kini semakin bangkit dan banyak mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia.

Baca juga
Pengabdi Setan 2: Communion jadi Film lokal Pertama di Asia Tenggara Gunakan Teknologi IMAX

KKN di Desa Penari diadaptasi dari salah satu cerita horror yang telah viral di tahun 2019 melalui twitter. Menurut sang penulis, cerita ini diambil dari sebuah kisah nyata sekelompok mahasiswa yang tengah melakukan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Penari.

Tidak berjalan mulus, serentetan pengalaman horror pun menghantui mereka hingga program KKN tersebut berakhir tragis.

Tidak jarang, para penikmati film Indonesia yang sampai saat ini masih mencari tiket film tersebut. Karena, sulit sekali mendapatkan tiket film itu sehingga setiap hari harus berjuang mendapatkannya.

“Kehabisan tiket terus,” tulis akun @anisa15_.

Baca juga
Berperan di Pachinko, Lee Min Ho Akui Percaya Diri

Bahkan, ada yang mengungkapkan ketika mencari tiket film tersebut, aplikasi di dalam handphone bisa sampai eror.

“war ticket sampe aplikasi error,” ujar @secretly.tanee.

Tinggalkan Komentar