Jumat, 01 Juli 2022
03 1444

Klaim BUMN Ciptakan 8,7 Juta Lapker, Ekonomi Hanya Tumbuh 5 Persen, Arya Jangan Asbun

Rabu, 18 Mei 2022 - 19:18 WIB
Klaim BUMN Ciptakan 8,5 Juta Lapangan Kerja, Arya Jangan Asbun
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga

Klaim Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga bahwa BUMN berhasil menciptakan 8,7 juta lapangan kerja, melalui program Meekar, menuai banyak kritikan. Angkanya tidak masuk akal.

Dikutip dari akun Twitter pribadinya @AryaSinulingga, Rabu (18/5/2022), dia mengklaim sukses program Mekaar membuka lapangan kerja sebesar 8,5 juta dalam 2,5 tahun. “Coba sebutkan BUMN yang tidak kita perbaiki, Pak. Bapak tahu kalau dalam 2,5 tahun ada 8,7 juta lapangan pekerjaan untuk ibu-ibu selama pandemi ini berhasil lewat Mekaar? Itu baru dari 1 BUMN. Kami ini kerja saja, Pak,” cuit Arya.

Spontan saja, pernyataan mantan orang dekat Hary Tanoe ini, mendapat cibiran banyak pihak. Lantaran angkanya terlalu tinggi, sehingga sulit diterima akal sehat. Wajar bila publik menilainya asal bunyi alias asbun.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa, 28 Juni 2022

Akun Twitter @Nephilaxmus, misalnya, menyematkan perbandingan yang rasa-rasanya lebih rasional. Bahwa, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi identik dengan 300 ribu hingga 400 ribu lapangan kerja baru.

Anggap saja pernyataan Arya bahwa ada 8,5 juta lapangan kerja dari program Meekar yang dijalankan BUMN, dalam hal ini PT Permodalan Nasional Madani (Persero/PMN), benar. Maka, perekonomian Indonesia seharusnya meroket 21 persen. Namun kenyataannya, pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I-2022 hanya 5,01 persen.

“Wah hebat. 8,7 juta lapangan kerja di-create program BUMN. Padahal, setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen cuma create 300-400 ribu lapangan kerja. Penambahan 8,7 juta lapangan kerja setara pertumbuhan ekonomi 21 persen. Dalam 2,5 tahun. Bravo,” sindir akun @Nephilaxmus.

Baca juga
Video Baby Shark Pecahkan Rekor Tayangan YouTube Kalahkan Despacito

Akun lain juga bernada sama. Semisal @panca66 menuliskan: “Hahaha, ngeri ya klaimnya.” Akun @zulkifli98669590, mencuitkan: “jurus mabuk….” Atau akun @Wawanda menuliskan: “Contoh: PTPN saja masih rugi, enggak ada perubahan.”

Terkait rasio pertumbuhan ekonomi terhadap penciptaan lapangan kerja, Kepala BPKM Bahlil Lahadalia pernah menyampaikan bahwa digitalisasi menggerus penyerapan tenaga kerja. Karena peran tenaga kerja manusia digantikan robot.

Menurut rumusan Bahlil, kalau pada 2013, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi membuka lapangan kerja sebanyak 270 ribu. Namun pada 2019 angkanya menyusut menjadi 110 ribu bahkan bisa di bawahnya.

Taruhlah klaim Arya Sinulingga benar bahwa program Mekaar yang dijalankan PNM berhasil menciptakan 8,5 juta lapangan kerja selama pandemi 2,5 tahun, maka ekonomi Indonesia, menurut rumus Bahlil, seharusnya tumbuh 77,3 persen. Maka wajar saja jika banyak yang menganggap klaim Arya itu cuma asbun. [ikh]

Tinggalkan Komentar