Klaim Kemenag Merupakan Hadiah untuk NU, DPR Nilai Menag Tidak Beretika

Klaim Kemenag Merupakan Hadiah untuk NU, DPR Nilai Menag Tidak Beretika - inilah.com
Anggota Komisi VIII DPR, Iskan Qolba Lubis. ist

Anggota Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis menilai pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengklaim Kementerian Agama adalah hadiah dari negara untuk Nahdlatul Ulama (NU), merupakan pernyataan yang fatal.

“Itu salah satu bentuk pernyataan fatal tidak beretika menurut saya,” kata Iskan kepada Inilah.com, Senin (25/10/2021).

Iskan menuturkan, seorang pejabat negara mestinya dapat menjadi tauladan dengan menyampaikan pernyataan-pernyataan yang tidak menimbulkan kegaduhan, apalagi sampai memancing kemarahan umat.

“Dari sisi etika hal itu juga tidak layak dikatakan oleh seorang pejabat publik, tidak layak. Kita Indonesia ada berbagai etnis, dan bukan berarti suatu Kementerian milik dia, tetap harus sesuai dengan hukum, berdasarkan hukum. Jadi walaupun ada unsur dikatakan NU, itu tidak bisa,” tegas Iskan.

Baca juga  Polres Bojonegoro Telisik Aduan Terhadap Orang Tua Ayu Ting Ting

Sebelumnya dalam webinar bertajuk Santri Membangun Negeri dalam Sudut Pandang Politik, Ekonomi, Budaya, dan Revolusi Teknologi yang ditayangkan di kanal YouTube TVNU, Rabu (20/10/2021), Yaqut menyatakan Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah khusus dari negara untuk Nahdlatul Ulama (NU), bukan untuk umat Islam secara umum.

“Karena waktu itu kan perdebatannya bergeser ke Kementerian ini adalah Kementerian semua agama, melindungi semua umat beragama. Ada yang tidak setuju, kementerian ini harus Kementerian Agama Islam, karena Kementerian Agama adalah hadiah negara untuk umat Islam. Saya bilang bukan. Kementerian Agama adalah hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum, spesifik NU. Jadi wajar kalo sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag untuk NU,” kata Yaqut yang merupakan politikus PKB itu.

Baca juga  Masjid-Musala Terima Bantuan Rp6,9 Miliar, Ini Syaratnya

Tinggalkan Komentar