Rabu, 29 Maret 2023
07 Ramadhan 1444

Klaim Tak Terbukti Bersalah, Ferdy Sambo Merasa Pantas Bebas dari Tuntutan JPU

Selasa, 24 Jan 2023 - 22:50 WIB
Penjara Sambo - inilah.com
Ketika menyampaikan nota pembelaan atau pledoi di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023), terdakwa Ferdy Sambo sempat menyampaikan keluhan soal sempitnya ruang penjara, tempatnya mendekam selama hampir enam bulan terakhir. (Foto: Inilah.com/Safarian Shah)

Pernyataan tak terduga dilontarkan dari Kubu Ferdy Sambo dalam sidang pembacaan nota pembelaan atau pledoi di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023). Tim pengacara Sambo mengklaim bahwa selama persidangan kliennya tak terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan, sehingga pantas bebas dari tuntutan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Untuk itu, Arman Hanis, pengacara Sambo, meminta majelis hakim berikan putusan bebas ke kliennya dari tuntutan penjara seumur hidup terkait kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

“Maka dengan segala kerendahan hati, kami selaku tim penasihat hukum terdakwa yang mengajukan permohonan kepada majelis hakim Yang Mulia kiranya dapat mengabulkan dan memutuskan perkara ini dengan amar putusan sebagai berikut,” kata Arman.

Baca juga
Sidang Lanjutan, Bharada E, Ricky dan Kuat Ma'ruf Kompak Kenakan Kemeja Putih

“Mengadili, menyatakan terdakwa Ferdy Sambo tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam dakwaan kesatu primer, dakwaan kedua pertama, dakwaan kedua pertama subsider, dakwaan kedua primer, dakwaan kedua subsider,” sambungnya.

Arman juga meminta hakim menolak dakwaan atau tuntutan jaksa. Mereka juga meminta kliennya dinyatakan tidak bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan primer dan subsider jaksa.

“Membebaskan terdakwa Ferdy Sambo dari segala dakwaan atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa Ferdy Sambo dari segala tuntutan hukum, Memulihkan nama baik terdakwa Ferdy Sambo dalam harkat, martabat, seperti semula,” kata Arman.

Sebelumnya, dalam pembacaan pledoi, Sambo sempat kembali menyinggung skenario pemerkosaan istrinya Putri Candrawathi oleh Brigadir J. Ia seakan tidak peduli meski pihak jaksa sudah mematahkan skenario tersebut, sekaligus menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah merupakan perselingkuhan antara Putri Candrawathi dengan Brigadir J, bukan pemerkosaan.

Baca juga
Polri: Surat Pengunduran Diri Ferdy Sambo Tak Pengaruhi Sidang Etik

“Penderitaan yang menimpa saya dan keluarga hari ini diawali dari peristiwa yang dialami oleh istri saya Putri Candrawathi pada tanggal 7 Juli 2022. Pada tanggal 8 Juli 2022, istri saya yang terkasih Putri Candrawathi tiba dari Magelang dan menyampaikan bahwa dirinya telah diperkosa oleh almarhum Yosua sehari sebelumnya di rumah kami di Magelang,” kata Sambo di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

Sambo jadi naik pitam kala mendengar sang istri menangis tersedu-sedu, menceritakan bagaimana kejadian asusila yang telah dialami. Pengakuan Sambo, tidak ada kata-kata yang bisa dia ungkap, seakan dunia berhenti berputar. Darahnya pun mendidih, tak bisa lagi berpikir jernih.

Baca juga
Anggota Polri yang 'Dipatsuskan' Terkait Ferdy Sambo Kembali Bertugas

“Membayangkan harkat dan martabat saya sebagai seorang laki-laki, seorang suami yang telah dihempaskan dan diinjak-injak, juga membayangkan bagaimana kami harus menghadapi ini, menjelaskannya di hadapan wajah anak-anak kami, juga bertemu para anggota bawahan dan semua kolega kami,” sambung dia.

Tinggalkan Komentar