Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

KM Ladang Pertiwi Tenggelam, Dua Orang Dijadikan Tersangka

Kamis, 02 Jun 2022 - 00:54 WIB
KM Ladang Pertiwi Tenggelam, Dua Orang Dijadikan Tersangka
KM Ladang Pertiwi Tenggelam, Dua Orang Dijadikan Tersangka

Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan menetapkan dua orang sebagai tersangka atas tenggelamnya KM Ladang Pertiwi.

KM Ladang Pertiwi tenggelam di Perairan Selat Makassar pada Kamis (26/5/2022) lalu.

“Nakhoda bernama Supriadi dan pemilik kapal Haji Syaiful jadi tersangka,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol. Widoni Fedri kepada wartawan di Makassar, Rabu (1/6/2022).

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi tenggelamnya kapal, serta sejumlah petugas pelabuhan. Total ada 15 saksi yang sudah diperiksa.

“Oleh karena itu, kemarin kami berani menetapkan dua orang tersebut sebagai tersangka,” papar Kombes Widoni.

Baca juga
Gubernur Anies: Kecelakaan TransJakarta Jarang Terjadi Karena Punya SOP

Empat orang saksi yang diperiksa merupakan penumpang KM Ladang Pertiwi yang diperiksa ihwal kronologi tenggelamnya kapal yang mengangkut 50 penumpang tersebut.

Dugaan pelanggaran yang terjadi dalam tragedi ini, kata Widoni, adalah Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Disebutkan, kapal harus ada izin dan persetujuan dari syahbandar untuk berlayar sebagaimana tertera pada Pasal 232, begitu pula pada Pasal 302 yang mengatur tentang kelaikan kapal sebelum berlayar.

“Supriadi dikenakan Pasal 323 Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008, sedangkan Haji Syaiful, pemilik kapal, dikenakan Pasal 310. Ini hasil penyelidikan yang digelar kemarin, ” tuturnya.

Baca juga
Resmi Tersangka Suap, Bupati Ade Yasin Bakal Lebaran di Rutan Polda Metro Jaya

Ditanyakan bagaimana dengan pihak syahbandar setempat dalam perkara ini, kata dia, belum mengarah ke sana (tersangka) karena saat ini penyidik masih fokus pada dugaan kelalaian nakhoda serta pemilik kapal.

“Kalau syahbandar kita lepas dulu (belum masuk penyelidikan). Kita fokus pada kelalaian pemilik kapal dan nakhodanya,” katanya.

Sebelumnya, empat orang dijemput KN SAR Kamajaya di Pulau Pamantauang dan langsung dibawa petugas ke Kantor Polda Sulsel untuk diminta keterangan atas kecelakaan kapal tersebut.

Selain itu, Basarnas Sulsel telah memperbarui data jumlah korban berdasarkan keterangan kepala desa setempat, dari sebelumnya 42 orang, kini bertambah menjadi 50 orang. Jumlah korban dinyatakan selamat 31 orang dan 19 orang masih dalam pencarian.

Tinggalkan Komentar