Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Kerap Berseberangan, Koalisi Semut Merah Bakal Layu Sebelum Berkembang

Senin, 13 Jun 2022 - 11:49 WIB
Penulis : Aria Triyudha
0603 044206 7e26 Inilah.com  - inilah.com
Ketua Majelis Syuro PKS Dr. Salim Segaf Al-Jufri (kanan) saat acara pembukaan Konsolidasi Nasional Pimpinan Fraksi - Fraksi PKS seluruh Indonesia di Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Rabu (23/3/2022). Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Wacana Koalisi Semut Merah yang digagas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai bakal layu sebelum berkembang. Penilaian ini antara lain melihat kiprah kedua partai yang kerap berseberangan.

“Ideologi perjuangan kedua partai tampaknya kurang sejalan,” kata pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, Senin (13/6/2022).

Jamiluddin mengakui, PKB dan PKS pernah berada dalam satu koalisi di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, lanjut dia, koalisi saat itu bukan gagasan PKB dan PKS.

“Kedua partai itu bergabung koalisi atas prakarsa Partai Demokrat,” terang mantan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) IISIP Jakarta itu.

Baca juga
PDIP Minta Medagri Tito Tegur Apdesi Pendukung Jokowi 3 Periode

Dengan begitu, tegas Jamiluddin, PKB dan PKS akan sulit menyatukan visi dan misi dalam mengusung presiden. Kedua partai berpeluang terjebak pada ideologi perjuangan masing-masing.

Selain itu, pendukung kedua partai juga ibarat minyak dan air. Karena itu, ada kemungkinan bila dua partai itu berkoalisi tidak akan mendapat dukungan dari pendukungnya.

Petinggi PKB dan PKS telah bertemu pada Kamis, (9/6/2022) terkait rencana pembentukan Koalisi Semut Merah

Gagasan membentuk koalisi tersebut antara lain untuk mencegah politik identitas di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, suasana sejuk harus mewarnai Pilpres 2024. Oleh karena itu, partai bisa mengambil peran untuk lebih mempersatukan keadaan.

Baca juga
Survei Litbang Kompas: Prabowo dan Ganjar Sama Kuat, Anies Posisi Ketiga

Jazilul bersyukur PKS memiliki pandangan sama untuk mencegah politik identitas. Sehingga perpecahan di masyarakat dapat terhindarkan.

Ia menyebut, pertemuan dengan PKS juga tidak menyangkut sosok siapa yang akan diajukan sebagai capres. Namun, lebih kepada sistem dan dan cara pikir yang serupa.

Sementara, Sekjen DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan, PKS punya 50 kursi di DPR. Sedangkan jumlah kursi PKB sebanyak 58. Sehingga hanya membutuhkan 7 kursi untuk bisa mengusung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

“Artinya tinggal satu partai politik (bergabung dalam koalisi). Kita lihat semoga berjalan panjang umur dan bisa bertahan,” kata Aboe Bakar.

Tinggalkan Komentar