KOI dan LADI Percepat Penyelesaian Sanksi WADA

KOI dan LADI Percepat Penyelesaian Sanksi WADA - inilah.com
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari (ist)

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) terus mempercepat proses penyelesaian sanksi yang dijatuhkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Dalam konferensi pers daring yang diikuti di Jakarta, Selasa (26/10/2021), Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan jawaban pasti terkait waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian masalah tersebut. Namun, timnya bertekad untuk bekerja semaksimal mungkin untuk mempercepat penangguhan sanksi.

“Saya sudah bilang kepada seluruh stakeholder bahwa kami tidak punya waktu banyak apalagi satu tahun, kalau bisa satu bulan juga jangan,” kata Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.

Baca juga  Jadi Pahlawan Kemenangan MU, Ronaldo Cetak Rekor di Liga Champions

“Dan ini sudah dibuktikan oleh LADI yang telah menyelesaikan 24 pending matters (permasalahan yang tertunda) dalam waktu kurang dari 48 jam,” dia menambahkan.

Okto, yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Pelepasan Sanksi WADA, mengaku dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Presiden WADA Witold Banka di General Assembly Asosiasi Komite Olimpiade Nasional (ANOC) di Crete, Yunani.

Ia menyebut bahwa WADA membuka diri untuk membantu LADI dalam menyelesaikan masalahnya hingga bisa mendapatkan status compliance (kepatuhan).

Alhamdulillah dapat respons langsung dari WADA. Mereka bahkan membuka diri kalau seandainya ada kendala bisa hubungi langsung mereka,” ujar Okto.

Baca juga  Indonesia Juara Piala Thomas Tanpa Kibaran Sang Merah-Putih

“Janji mereka (WADA) kalau semua sudah compliance, mereka akan melakukan rapat dan mengambil tindakan yang tepat untuk Indonesia,” imbuh dia.

Sementara itu, Wakil Ketua LADI Rheza Maulana mengklaim bahwa pihaknya telah menuntaskan 24 pending matters sebagai syarat pembebasan sanksi WADA.

Meski demikian, mereka masih harus melengkapi persyaratan lainnya, antara lain melakukan perjanjian kerja sama dengan induk organisasi olahraga dan tes doping.

Sementara terkait tunggakan LADI kepada laboratorium anti-doping di Qatar, kata Rheza, sudah dilunasi oleh pemerintah sehingga LADI saat ini hanya perlu menunggu pengawasan dari Lembaga Anti-Doping Jepang (JADA) sebagai salah satu lembaga anti-doping yang sudah terakreditasi dan terstandardisasi secara internasional.

Baca juga  Haris Azhar: Daripada Pidana Saya Lebih Baik Urus Papua

“Selanjutnya setelah ini adalah kami akan rapat dengan JADA untuk menentukan waktu yang pas untuk supervisi dan seperti apa bentuk supervisinya. Yang penting adalah berapa lama supervisi dilakukan,” jelas Rheza.

“Kalau kami dianggap sudah memenuhi kriteria dan mandiri, JADA akan melaporkan secara berkala kepada WADA. Kalau yang dilaporkan baik maka kami bisa dapat status compliance lebih awal daripada setahun,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar