Kominfo Minta Media Perhatikan Kualitas Konten, Tak Cuma Kejar Rating

Kominfo Minta Media Perhatikan Kualitas Konten, Tak Cuma Kejar Rating - inilah.com
Menteri Kominfo Johnny G Plate (ist)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta industri media dan penyiaran memperhatikan kualitas konten, tak hanya mengejar rating.

“Saya mengajak seluruh pelaku industri media dan penyiaran untuk meningkatkan praktik industri, agar kini menambah acuan kualitas konten tidak hanya berdasarkan rating, namun juga pada kebermanfaatan, tingkat informasi yang diberikan serta nilai kebudayaan Indonesia,” kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam webinar bertajuk Melawan Berhala Rating: Menguak Peran Rating dan Share dalam Industri, seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (17/10/2021).

Menurut dia, industri media dan penyiaran merupakan salah satu sarana untuk menyebarkan informasi, hiburan, dan edukasi kepada masyarakat, yang juga berperan membumikan Pancasila dan budaya bangsa.

Baca juga  Pemerintah Siapkan Kebijakan Cegah Lonjakan COVID-19 Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

“Peran penting tersebut sudah seyogyanya menjadi panduan bagi pelaku industri media dan penyiaran dalam pelaksanaan kegiatan komersial yang dilakukan, pemilihan konten, apresiasi dan perlindungan terhadap produsen konten,” kata Johnny.

Tata kelola penyiaran diatur melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, perubahan menjadi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Sektor Postelsiar.

Dalam aturan tersebut, industri penyiaran diartikan sebagai kegiatan komunikasi massa yang mempunyai fungsi sebagai informasi, pendidikan, hiburan sehat, kontrol dan perekat sosial.

“Industri penyiaran yang saat ini masih menjadikan rating sebagai acuan pembuatan konten, perlu bergerak maju untuk melihat lebih jauh dari rating,” papar Johnny.

Baca juga  Getaran Sepeda Motor Bisa Bikin Kamera iPhone Rusak

Konten penyiaran sudah seharusnya memberikan hiburan yang edukatif, jika demikian, pelaku industri sudah melakukan peran penting mereka dalam menyebarkan konten yang berkualitas.

Perkembangan teknologi digital mewarnai kompetisi antara media konvensional dengan media baru, salah satunya kehadiran media over-the-top (OTT) yang menyajikan konten yang bisa dipilih sesuai minat pengguna.

Kemudahan yang ditawarkan layanan OTT menantang industri media konvensional, apalagi jika dikaitkan dengan upaya mempertahankan eksistensi, relevansi dan kualitas konten dunia penyiaran.

“Kehadiran platform OTT merupakan game changer dan momentum bagi industri media konvensional untuk semakin mengevaluasi kualitas dan variasi produk-produk yang ditawarkan,” kata Johnny.

Baca juga  Ketua DPD RI: Program Vaksinasi Harus Dipercepat

Pemerintah menyatakan siap berkolaborasi dengan pelaku industri penting di Indonesia agar bisa menghadirkan kebijakan yang mendorong perkembangan industri media dan pertelevisian.

Pemerintah juga siap berkolaborasi dengan menghadirkan tata kelola media sebagai upaya meningkatkan kontribusi sektor ekonomi mikro, dalam usaha menghadapi OTT.

Tinggalkan Komentar