Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Kominfo Teken Kontrak Pengadaaan Satelit Cadangan

Satelit Cadangan
Kominfo teken kontrak Satelit Cadangan (foto Antara)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menandatangani kontrak pengadaan satelit cadangan (hot backup satellite/HBS) dengan konsorsium Kemitraan Nusantara Jaya.

Satelit cadangan ini menggunakan teknologi very high-throughput dan menjadi cadangan bagi satelit SATRIA-1, yang sedang dibangun dan dijadwalkan selesai pertengahan 2023. Satelit ini, selain untuk cadangan juga dimaksudkan untuk menyediakan kapasitas tambahan bagi infrastruktur jaringan internet.

“Kita harus hubungkan semua titik supaya internet bisa merata,” kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam jumpa pers penandatanganan kontrak pengadaan barang/jasa penyediaan satelit cadangan dan jasa pengoperasian pada Selasa (15/3/2022).

Baca juga
Warga Bandung Tewas di Pemandian Air Panas Puncak Darajat

Satelit berkapasitas 150 GBps ini dibangun oleh Boeing dan ditargetkan selesai pada Maret 2023.

Dari kapasitas tersebut, sebanyak 80 GBps akan digunakan oleh BAKTI untuk Indonesia. Kapasitas lainnya akan digunakan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara untuk menggantikan kebutuhan Satelit Nusantara Dua, yang gagal mengorbit pada 2020 lalu.

Satelit ini dipandang perlu agar jika sampai terjadi keadaan di luar kendali, force majeur, Indonesia tetap bisa memiliki satelit untuk ditetapkan di orbit. Dampak satelit gagal mengorbit sangat besar, dan dampaknya, Johnny mencontohkan layanan penyiaran bisa terganggu.

Jika satelit SATRIA-1 dan satelit cadangan berhasil mengorbit, Indonesia memiliki keuntungan berupa kapasitas tambahan. Dengan demikian, titik-titik publik yang dilayani satelit juga akan mendapat kapasitas tambahan.

Tinggalkan Komentar