Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Komisaris Independen BSI Arief Rosyid Diduga Peralat DMI untuk Kepentingan Pribadi

Arief Rosyid dipecat DMI komisaris BSI - inilah.com
Komisaris Independen BSI Arief Rosyid Hasan dipecat DMI - ist

Ketua Departemen Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arief Rosyid dipecat dari jabatannya. Arief dipecat karena diketahui memalsukan tanda tangan Ketua Umum DMI Jusuf Kalla (JK) dan Sekjen Imam Addaruqutni.

Imam menceritakan usai ramai pemberitaan pemecatan, Arief langsung meminta bertemu. Imam pun melaporkan hal tersebut kepada JK, dan memanggil keduanya.

“Tadi malam itu, karena beritanya memang ramai soal mecat memecat di media dan saya masih di kantor DMI. Arief minta temu saya dan saya lapor Pak JK. Kemudian saya dipanggil terus Arief boleh ikut,” kata Imam kepada inilah.com, Sabtu (2/4/2022).

Setibanya di kediaman JK, Imam masuk lebih dulu. Bersama pengurus DMI lainnya diputuskan Arief dipecat. Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) itu diduga telah memperalat DMI untuk kepentingan pribadi.

Baca juga
Anggota Brimob Gugur, Pentolan KKB Meninggal

“Arief diduga sedang memperalat DMI dalam beberapa hal. Intinya Arief ngga bisa lagi dan harus diganti,” tandas Imam.

Arief Rosyid terbukti memalsukan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kickoff Festival Ramadan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022, berisi undangan kepada Wapres untuk menghadiri Festival Ramadan serentak di seluruh Indonesia. Kegiatannya, berupa Pameran UMKM, Kuliner Halal, Buka Puasa Bersama, dan Berbagai Kegiatan selama sebulan penuh Ramadan.

Dalam surat tersebut disebutkan, bahwa Festival Ramadan sendiri merupakan program Kolaborasi antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bank Indonesia (BI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Bank Syariah Indonesia (BSI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Masjid ISTIQLAL.

Baca juga
Di Beranda Istana Alhambra (29 – Berkunjung ke Museum Royal Palace of Madrid)

Dalam surat yang berisi tanda tangan palsu Ketum dan Sekjen DMI tersebut, rencananya akan digelar Festival Ramadan pada, Senin, (4/4/2022). Kegiatan itu akan digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pukul 15:30-17:30 WIB.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa rencana Festival Ramadan dan Peresmian Badan Usaha Milik Masjid yang merupakan kelanjutan dari bagian Program EMAS (Ekonomi Masjid) di ISEF 2021.

Tinggalkan Komentar