Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Komisi I DPR Ingatkan Yudo Soal Dinamika Politik Jelang Pemilu

Senin, 28 Nov 2022 - 21:25 WIB
Laksamana Yudo Margono - inilah.com
KSAL Laksamana Yudo Margono menjadi calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan pensiun pada Desember 2022. (Foto: Dispenal)

Komisi I DPR yakin dengan kemampuan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima TNI yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski begitu, bukan berarti Yudo akan bisa menjalankan tugas sebagai panglima dengan mudah. Anggota Komisi I DPR Christina Aryani mengingatkan, tantangan ke depan akan sangat berat dan harus diemban dengan serius serta hati-hati.

“Bicara dinamika pertahanan tentu ke depannya akan lebih dinamis lagi, baik regional maupun global. Apalagi kita juga dihantui tantangan ekonomi yang juga menuntut kerja bersama TNI utamanya konteks ketahanan pangan. Ini juga penting,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (28/11/2022).

Baca juga
Inilah Solusi Alami Atasi Pegal dan Usir Lelah Usai Perjalanan Mudik

Lebih lanjut dia katakan, tantangan yang sudah di depan mata yang akan Yudo hadapi adalah dinamika politik jelang pemilu. Menurutnya, hal ini perlu perhatian lebih, utamanya memastikan institusi TNI agar tidak terjebak dalam praktik politik.

“Ini patut jadi perhatian juga, selain tantangan internal, kita bicara soal kedisiplinan prajurit, kesejahteraan prajurit dan upaya tanpa henti menjadikan TNI semakin profesional,” kata dia.

Terlepas dari itu, Christina menegaskan bahwa Komisi I DPR menyambut baik penunjukan Yudo. “Tentu kami menyambut baik hal ini sebagai bagian dari hak prerogatif presiden. Komisi I pun siap melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap beliau,” tandasnya.

Baca juga
Muslim Bikers Day, Ribuan Pemotor Ngaji Bareng UAH di Masjid Pusdai

Sebelumnya, Ketua DPR, Puan Maharani, telah menerima surat presiden atau surpres tentang calon panglima TNI atas nama Laksamana TNI Yudo Margono yang diusulkan menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang segera memasuki masa pensiun.

Surat presiden tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, kepada Puan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta Pusat.

Tinggalkan Komentar