Minggu, 04 Desember 2022
10 Jumadil Awwal 1444

Komisi I Raker dengan Panglima TNI dan KSAD, Hasanuddin Jamin Tidak Masalah!

Senin, 26 Sep 2022 - 10:56 WIB
Komisi I tni dudung andika - inilah.com
Ilustrasi anggota Komisi I DPR RI mengikuti rapat kerja.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menjamin rapat kerja (raker) Komisi I dengan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan pimpinan tiga matra TNI tidak akan memunculkan masalah. Hasanuddin merespons polemik yang muncul antara Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon dan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman dalam raker belum lama ini.

“Saya sudah berbicara baik dengan panglima TNI, maupun dengan KSAD. Saya jamin tidak ada masalah. Bahwa ada perbedaan-perbedaan dalam diskusi dan kemudian dalam aplikasi di lapangan itu hal-hal yang biasa di kehidupan militer begitu,” kata Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (26/9/2022).

Ia menjelaskan, isu yang berkembang hanya merupakan dinamika di TNI. Bukan suatu hal yang perlu dibesar-besarkan. Hasanuddin mengaitkan pengalaman dirinya selama menjadi prajurit TNI.

Baca juga
Modus Baru Pencurian Ban: Toyota Innova Dibuat 'Ngambang' Tanpa Roda, Ditukar Batu Bata

“Saya 35 tahun menjadi prajurit TNI. Jadi itu dinamika tidak usah terlalu dibesar-besarkan tidak usah terlalu dipanjang-panjangkan. TNI menurut hemat saya dalam pandangan saya tetap solid,” tegas Hasanuddin.

Politikus PDIP itu menyebut, apabila raker hari ini kembali membahas masalah yang sebelumnya mengemuka, maka hal itu akan diserahkan kepada forum. Hasanuddin menegaskan, fokus raker tetap membahas anggaran.

“Ya kita serahkan pada floor. Tapi saya yakin kami akan fokus berbicara soal anggaran,” sambungnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon menyebutkan TNI serupa dengan ormas dan gerombolan. Pernyataan Effendi itu membuat geram KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Dudung memberikan perintah kepada bawahannya untuk melawan Effendi. Di sisi lain, Dudung juga sempat diterpa isu hubungan yang tidak harmonis dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Baca juga
Zulhas Ungkap KIB Masih Tunggu Partai Lain Bergabung: Jadinya 'KIB Plus-plus'

 

Tinggalkan Komentar