Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Tahun Ini, Komitmen Belanja Produk Dalam Negeri 6 Kali Anggaran Kemenhan

Jumat, 20 Mei 2022 - 20:08 WIB
Komitmen Belanja Produk Dalam Negeri 6 Kali Anggaran Kemenhan
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan (Sumber: JPNN).

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, komitmen aksi afirmasi belanja produk dalam negeri di kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan BUMN menembus Rp800 triliun.

Angka ini hampir 6 kali anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebesar Rp133,9 triliun. Anggaran Kemenhan adalah yang terbesar di APBN 2022.

“Saat ini komitmen aksi afirmasi K/L, Pemda, BUMN, sudah mencapai lebih dari Rp800 triliun. Ini akan terus kita kawal sehingga memberi manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Menko Luhut dalam sambutan virtual di acara Peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Bangka Belitung 2022 yang dipantau di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Baca juga
Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali Hingga 3 Januari 2022

Luhut mengatakan, aksi afirmasi belanja pemerintah merupakan salah satu upaya untuk mendorong permintaan (demand) atas produk dalam negeri. Luhut, yang juga menjabat Ketua Tim Gernas BBI, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian program Gernas BBI yang hingga Maret 2022 telah mencatatkan sebanyak 18,5 juta unit UMKM masuk ke ekosistem digital (onboarding).

“Harapannya pada akhir Mei ini mampu mencapai lebih dari 20 juta unit,” katanya.

Dia pun menyampaikan tiga strategi kepada pemerintah daerah untuk bisa mendorong penggunaan produk dalam negeri. Pertama, memastikan belanja produk dalam negeri melalui e-katalog. Kedua, mendorong hadirnya e-katalog lokal, dan ketiga, mewajibkan e-katalog di produk UMKM dalam negeri.

Baca juga
Atasi Kenaikan Harga dengan BLT, Ekonom Sebut Solusi Bertahan 3 Bulan

Sebelumnya, pemerintah menargetkan pembelian produk dalam negeri oleh pemerintah sebesar Rp400 triliun melalui e-katalog dan toko daring pada 2022.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri serta menggerakkan UMKM. Melalui pembelanjaan dalam negeri sebesar Rp400 triliun, akan dapat memberi dampak pertumbuhan ekonomi hingga sebesar 1,71 persen. [ikh]

Tinggalkan Komentar