Komitmen Pengusaha Menuju Sertifikasi UMKM Halal 2024

Komitmen Pengusaha Menuju Sertifikasi UMKM Halal 2024 - inilah.com

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 64 juta atau 99,9% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) menyebut daya serap tenaga kerja UMKM juga tinggi karena dapat menyerap hingga 119 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha.

Kedua data ini menunjukkan UMKM mampu menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, terutama di sektor usaha mikro yang sangat banyak dan daya serap tenaga kerja sangat besar.

Selain itu, pemerintah juga meluncurkan program Bangga Buatan Indonesia (BBI) sebagai wujud dukungan terhadap UMKM. Program yang diluncurkan pada 2020 ini mendorong UMKM untuk go digital dan hingga Juli 2021, tercatat sebanyak 15,3 juta UMKM yang terakselerasi Gernas BBI telah melakukan digitalisasi atau 23,9% dari total UMKM di Indonesia.

Baca juga  Denda Rp4 Miliar Karena Tak Ada Izin BPOM, Bisa Bunuh Jutaan UMKM

Sejalan dengan hal ini, Starchain, perusahaan rintisan untuk mentoring para pelaku UMKM berkomitmen untuk mendukung pemerintah pada bidang digitalisasi dan pengembangan untuk UMKM dengan menyediakan platform pengelolaan usaha, diantaranya managemen pembelian dan stok barang, Point of Sales (POS) atau kasir digital, laporan keuangan, manajemen pengeluaran, hingga fitur unggulan Chat  Mentor.

Di bawah PT Teknologi Berikat Indonesia, Starchain mengembangkan platform bagi pelaku UMKM dan mentor maupun trainer.

 Platform Starchain diperuntukkan bagi pelaku UMKM agar terhubung dengan mentor dan trainer yang berpengalaman di bidangnya masing-masing melalui fitur chat mentor, sementara itu platform Starnesia ditujukan bagi para mentor dan trainer.

“Sejak 2020, Starchain menggandeng Wiranesia Foundation untuk membentuk ekosistem mentor ARMORNESIA (Asosiasi Trainer, Mentor, dan Coach Wirausaha). Tujuannya adalah untuk mencetak banyak mentor dan trainer berpengalaman dan bersertifikat di Starnesia dalam upaya memberikan konsultasi para pelaku UMKM agar naik kelas dan go digital,” ujar CEO Starchain Achmad Syaefi.

Baca juga  100 Ribu Buruh Geruduk Gedung Sate Minggu Depan, KSPI: Ridwan Kamil Tunggu Kami

Syaefi menambahkan, tantangan terbesar yang dihadapi UMKM saat ini adalah mentalitas dan edukasi bagi para pelaku usahanya. Menurutnya, modal utama menjadi pelaku usaha adalah mental dan mindset pelaku UMKM untuk mandiri, menghadapi kegagalan, serta pola pikir inovatif dan kreatif.

Ia juga menyorot beberapa tantangan pelaku UMKM lainnya, seperti pencatatan yang masih manual, enggan untuk menggunakan aplikasi yang kompleks, kurangnya pengetahuan laporan keuangan, dan tidak mengetahui arah bisnis dan rencana keuangan. Di sinilah peran para mentor dan trainer di Starnesia untuk mengedukasi tantangan tersebut.

Tak hanya itu, Starchain juga menyediakan program berbagi modal dan reward menarik bagi para anggotanya. Hingga saat ini, sebanyak 2 ribu UMKM telah tergabung di Starchain dan 362 mentor dan trainer telah tergabung di Starnesia yang terdiri dari akademisi dan praktisi bisnis. Starchain menargetkan 4 juta UMKM dan lebih dari 13 ribu mentor dan trainer bergabung hingga tahun 2026.

Baca juga  Erick Thohir Apresiasi Langkah BRI Dampingi UMKM Jalani Transformasi Digital

Dukung sertifikasi halal UMKM melalui program pendampingan dan edukasi

Pada Oktober 2019, pemerintah mulai menggaungkan sertifikasi halal bagi setiap pelaku usaha di Indonesia, dengan menargetkan semua produk masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikasi halal pada 17 Oktober 2024. Salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi ini adalah pendampingan sertifikasi halal. Starchain turut berkomitmen untuk mendukung program ini dengan melakukan pendampingan UMKM.

“Saat ini, sebagian besar UMKM belum memiliki sertifikasi halal. Starchain terus menyosialisasikan dan mengedukasi mengenai pentingnya sertifikasi halal produk bagi mitra UMKM melalui mewadahi chat mentor dari mentor dan trainer yang ahli di bidangnya, demi tercapainya target pemerintah menuju sertifikasi halal pelaku bisnis pada 2024,” tutup Syaefi.

Tinggalkan Komentar