Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

Komnas HAM akan Panggil Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E

Kamis, 14 Jul 2022 - 11:43 WIB
Komnas Ham - inilah.com
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. (Ist)

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI bakal mendalami dan menggali keterangan atau informasi dari pihak-pihak yang mengetahui insiden penembakan polisi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, baik itu dari pihak keluarga Brigadir J, Bharada E, termasuk juga Irjen Ferdy Sambo.

“Semua pihak, memiliki hak yang sama untuk secara imparsial, semua pihak boleh memberikan informasi, termasuk juga (Ferdy Sambo) kami akan panggil dan akan dalami,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Jakarta, Rabu malam (13/7/2022).

Choirul mengatakan, sejak berita kasus tersebut muncul, Komnas HAM langsung bekerja mengumpulkan data dari media-media konvensional maupun media sosial. Pelibatan dalam Tim Khusus ini Komnas HAM melakukan konsolidasi dan mempelajari karakter dasar dari luka yang dialami Brigadir J, termasuk penggunaan senjata api.

Baca juga
Aplikasi PeduliLindungi Banyak Mudarat Ketimbang Manfaat

“Komnas HAM sudah memulai pemantauan dan penyidikan sejak awal, sudah mulai mengumpulkan data, kami tetap bekerja sesuai mandat dan karakter Komnas HAM,” ungkap Choirul.

Anam menambahkan, ujung dari pekerjaan Komnas HAm adalah penarikan kesimpulan apakah peristiwa tersebut terdapat pelanggaran HAM atau tidak. Dan pekerjaan ini tidak terbatas oleh waktu.

Senada, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menegaskan mengenai independensi Komnas HAM dalam pelibatannya di Tim Khusus Polri dalam mengungkap kasus baku tembak antaranggota polisi di rumah Kadiv Propam.

“Jadi kami bukan bagian tim khusus atau tim gabungan yang tadi disampaikan oleh Pak Kadiv Humas maupun Pak Irwasum. Jadi kami bukan bagian dari tim khusus,” kata Beka.

Baca juga
4 Manfaat Menggunakan Program Akuntansi untuk Perusahaan

Menurut dia, pelibatan Komhas HAM dalam tim tersebut untuk memantau jalannya atau kemudian bahkan melakukan penyelidikan atas jalannya proses pengungkapan kasus yang terjadi.

Kemudian, kata dia, Komnas HAM membuka diri terhadap informasi yang dimiliki masyarakat maupun publik bila memiliki fakta-fakta yang terkait dari insiden di rumah Kadiv Propam Polri.

“Itu tentu menjadi pertimbangan, langkah-langka Komnas HAM ke depan dan juga menambah terang peristiwa yang ada,” katanya.

 

 

Tinggalkan Komentar