Kompak, AS dan Jerman Kecam Israel Soal Perluasan Permukiman

Kompak, AS dan Jerman Kecam Israel Soal Perluasan Permukiman - inilah.com
Permukiman Israel (ilustrasi)

Amerika Serikat pada Selasa (26/10/2021) secara mengejutkan menentang perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat oleh Israel.

Departemen Luar Negeri AS mengutuk dorongan baru Tel Aviv untuk memperluas program permukimannya. AS menyatakan langkah itu merusak upaya perdamaian dan membuat suram prospek mencapai solusi dua negara.

“Kami sangat prihatin dengan rencana pemerintah Israel meneruskan ribuan unit permukiman, banyak dari mereka jauh di Tepi Barat,” papar juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price pada konferensi pers pada Selasa (26/10/2021).

“Kami sangat menentang perluasan permukiman, yang betul-betul tidak sejalan dengan upaya untuk menurunkan ketegangan dan menjaga ketenangan, dan langkah itu merusak prospek penyelesaian dua-negara,” kata Price.

Baca juga  Jawab Kritik LBH, Pemprov DKI Perluas Akses Air Bersih untuk Warga Jakarta

Selain AS, Jerman juga melayangkan protes kerasnya atas rencana Israel tersebut. Menurut Jerman, pembangunan itu adalah hambatan bagi solusi dua negara.

“Sangat prihatin dengan publikasi tender Israel untuk pembangunan lebih dari 1.300 unit rumah di permukiman di Tepi Barat. Permukiman bertentangan dengan hukum internasional dan jadi hambatan besar bagi perdamaian dan solusi dua negara,” ungkap Christian Buck, direktur Timur Dekat dan Tengah dan Afrika Utara di Kementerian Luar Negeri Jerman.

Pejabat Kemlu Jerman itu mendesak agar proyek-proyek tersebut harus dihentikan. Buck mengacu pada rencana Israel untuk membangun 1.355 rumah di Tepi Barat yang diduduki, yang direbut oleh Israel selama Perang Enam Hari 1967.

Baca juga  Bea Cukai Soekarno-Hatta Fasilitasi Impor Vaksin Pfizer

Meski menjadi sekutu Israel, Jerman berulang kali mengkritik pembangunan permukiman Israel yang terus berlanjut, dengan mengatakan itu hanya akan semakin memperumit apa yang disebut proses perdamaian Timur Tengah.

Berlin telah berulang kali berjanji untuk melanjutkan upayanya, bersama dengan AS dan mitra Uni Eropa lainnya untuk mencapai solusi negosiasi yang dapat diterima bersama untuk konflik Israel-Palestina dengan membahas masalah yang sah dari kedua belah pihak.

Belum ada tanggapan dari pihak Israel atas protes dan kecaman yang dilayangkan dua negara yang dekat dengan Israel tersebut.

Pada Minggu, pihak berwenang Israel menerbitkan tender untuk lebih dari 1.300 rumah baru untuk pemukim Israel.  Pihak berwenang Israel juga diperkirakan akan menyetujui pembangunan 3.000 rumah lagi pekan ini.

Baca juga  Makalah Ilmiah China Sebut COVID-19 Sudah Menyebar di AS Sejak September 2019

Pembahasan proyek tersebut akan berlangsung pada Rabu, menurut jadwal pekanan yang diterbitkan komite perencanaan Administrasi Sipil Israel.

Permukiman Yahudi di wilayah Palestina, yang telah berada di bawah pendudukan Israel sejak Perang Enam Hari 1967, diakui secara internasional sebagai praktik ilegal.

Meskipun berulang kali dikecam PBB dan badan-badan internasional lainnya, Tel Aviv secara konsisten memperluas permukiman.

Israel juga secara teratur menyetujui pembangunan sejumlah rumah baru untuk pemukim Israel.

Tinggalkan Komentar