Kondisi Gawat Darurat Butuh Keterampilan Lakukan Pertolongan Pertama

Kondisi Gawat Darurat Butuh Keterampilan Lakukan Pertolongan Pertama  - inilah.com
Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno

Bangsa ini sedang berjuang keras untuk ke luar dari Pandemi Covid-19. Sesungguhnya permasalahan kesehatan di Indonesia bukan hanya Covid-19 saja, ada hal lainnya seperti kejadian gawat darurat. 

Mulai dari sakit karena bencana alam, kebakaran, tertusuk benda tajam, kecelakaan lalu lintas dan masih ada lainnya. Karena sulit diprediksi kapan dan di mana terjadinya, maka kejadian-kejadian itu memerlukan pertolongan pertama. 

Pasalnya satu jam pertama merupakan waktu penting sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik.

Respon Positif PB IDI

Beranjak dari persoalan itu organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, mengambil langkah dengan membuat Memorandum Of Understanding (MOU) dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). 

Baca juga  Sekjen PP: Urus BUMN Tak Cukup Profesionalitas, Perlu Nilai Akhlak Pancasila

Khususnya membuat pelatihan secara berkala terhadap anggota Pemuda Pancasila, terkait keterampilan melakukan pertolongan pertama saat kondisi gawat darurat.

“Kecelakaan bisa macam-macam. Kecelakaan pekerjaan, petani dipatok ular, ketiban pohon. Banyak tidak tahu untuk pertolongan pertamanya. Kita harus belajar. Ini bukan bidang kita, kita harus berguru pada yang menguasai bidang ini, yaitu para dokter dan para perawat,” kata Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno, Rabu (8/9/2021) malam. 

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyambut baik langkah ini, karena bagian dari konsep save community.

Persoalan kemanusiaan itu meski segera didorong untuk direalisasikan, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti ini.

Baca juga  Karyawan Menyisihkan Gaji Bantu Masyarakat Saat Pandemi

“Kalau negara maju semua masyarakat sudah pintar sekali melakukan pertolongan darurat, dan memiliki skill untuk bantuan hidup dasar. Di Indonesia belum. Saya katakan ini titik nol mengabdi untuk perbuatan kemanusiaan,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih.