Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Koneksi Internet Yaman Putus Usai Serangan Udara Koalisi Pimpinan Saudi

Internet Yaman
(foto: YemenOnline)

Koneksi internet di Yaman secara nasional terputus setelah serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi pada Jumat (21/1/2022) pagi hari waktu setempat.

Serangan tersebut menargetkan sebuah situs di kota Hodeida yang diperebutkan.

Organisasi independen pemantau internet global NetBlocks mengatakan, gangguan itu dimulai pada Sabtu (22/12/2022) dini hari waktu setempat dan mempengaruhi TeleYemen, perusahaan monopoli milik negara yang mengontrol akses internet di negara tersebut.

TeleYemen sekarang dijalankan oleh pemberontak Houthi yang telah menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, sejak akhir 2014.

“Yaman di tengah pemadaman internet skala nasional setelah serangan udara di sebuah gedung telekomunikasi,” kata NetBlocks.

Baca juga
Invasi Ukraina, Bank Dunia Hentikan Semua Program di Rusia dan Belarusia

Sementara perusahaan keamanan siber yang bebasis di San Francosco, Cloudflare, juga mencatat pemadaman nasional yang mempengaruhi Yaman dimulai pada Sabtu dini hari waktu setempat.

Saluran berita satelit Al-Masirah Houthi mengatakan serangan terhadap gedung telekomunikasi telah menewaskan dan melukai orang.

Koalisi pimpinan Saudi yang memerangi milisi Houthi mengakui melakukan serangan udara di sekitar pelabuhan Hodeida tersebut.

Hodeida sendiri ditengarai sebagai pusat pembajakan dan penyelundupan senjata Iran untuk mendukung Houthi.

Kabel FALCON bawah laut membawa internet ke Yaman melalui pelabuhan Hodeida di sepanjang Laut Merah untuk TeleYemen.

Terputusnya kabel FALCON pada tahun 2020 yang disebabkan oleh jangkar kapal sebelumnya juga menyebabkan pemadaman internet yang meluas di Yaman.

Baca juga
iPhone 13 akan Mendukung Fitur Cinematic Video

TeleYemen menatakan kabel darat ke Arab Saudi telah terputus sejak dimulainya perang saudara Yaman, sementara koneksi ke dua kabel bawah laut lainnya belum dibuat di tengah konflik.

Koalisi yang dipimpin Saudi memasuki perang Yaman pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang digulingkan.

Perang yang berkecamuk di Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan orang untuk mengungsi. Perang juga menyebabkan jutaan warga Yaman berada di ambang bencana kelaparan.

Tinggalkan Komentar