Sabtu, 13 Agustus 2022
15 Muharram 1444

Konservasi Penyu Blitar Jadi Kawasan Wisata, Menteri Sandi Bantu Pompa Air

Sabtu, 06 Nov 2021 - 09:29 WIB
Konservasi Penyu Blitar Jadi Kawasan Wisata, Menteri Sandi Bantu Pompa Air - inilah.com

Salah satu keberlangsungan ekosistem laut adalah dengan pelestarian mahluk laut. Seperti yang dilakukan warga Desa Wisata Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Sejauh ini, warga desa Serang sangat mendukung desanya dijadikan lokasi konservasi tukik, atau bayi penyu. Ada manfaat ekonomi dibaliknya, yakni menjadikan Desa Serang banyak dikunjungi wisatawan. Yang juga berarti penciptaan lapangan kerja.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno melihat hal itu sebagai salah satu pengembangan potensi wisata yang sangat bermanfaat bagi rakyat.

Saat berkunjung ke Desa Wisata Serang, beberapa waktu lalu, Menteri Sandi menyerahkan bantuan berupa mesin pompa air sekaligus toren air untuk mendukung konservasi penyu atau tukik.
Agar masyarakat tidak harus bolak balik mengisi bak dengan ember atau gayung. “Pompa ini diharapkan bisa membantu untuk konservasi tukik, jadi tidak perlu ditimba lagi dengan ember atau gayung,” kata Mentari Sandi.

Dia menegaskan, pelepasan tukik atau penyu selain sebagai upaya melestarikan ekosistem laut, juga memberikan manfaat kepada masyarakat. Lantaran banyak orang yang ingin melihat proses pelapasan tukik. Namun demikian, perlu kerja kreatif untuk mendorong pariwisata di Desa Wisata Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. “Jadi apapun potensinya manfaatkan dengan baik sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat semuanya,” tukasnya.

Baca juga
Sandiaga: Wisatawan Nusantara Andalan Pemulihan Pariwisata Nasional

Pengelola Desa Wisata Serang mengungkapkan, konservasi tukik yang dilakukan oleh warga desanya masih sangat sederhana. Pasalnya, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah. “Kami menjalankan konservasi ini dengan dana swadaya kami sendiri,” katanya.

Untuk mendorong majunya potensi pariwisata, kata dia, peran pemerintah daerah (pemda) yang utama. Harus diakui, masih banyak pemda yang kurang peduli untuk menggarap potensi pariwisata di daerahnya.

“Selama ini, pengisian air laut untuk tukik masih menggunakan ember dan gayung.  Akan tetapi, masyarakat tetap semangat untuk melakukan konservasi tukik. Demi melestarikan ekosistem laut. Ini perlu diapresiasi,” ungkapnya.

Baca juga
Mandiri Institute: Belanja Pariwisata Selamatkan Ekonomi Indonesia

Di akhir kunjungan, Mas Menteri, sapaan akrabnya, diberi kesempatan untuk melepaskan tukik atau bayi penyu ke lepas pantai Serang, Blitar, Jawa Timur.

Tinggalkan Komentar