Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

Konsorsium LG Gandeng IBC dan Antam Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Rabu, 08 Jun 2022 - 14:45 WIB
Konsorsium LG Gandeng IBC dan Antam Produksi Baterai Kendaraan Listrik
Seremoni Implementasi Rencana Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi/Foto: Antara

Konsorsium LG yang bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan PT Antam akan memproduksi baterai kendaraan listrik. Konsorsium LG akan memproduksi sebanyak 3,5 juta unit dan 200 gigawatt per tahun melalui investasi proyek grand package di KIT Batang, Jawa Tengah.

President LG Energy Solution Lee Bang Soo mengatakan proyek tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk mengembangkan kawasan industri Batang. Sebab rencananya Batang akan menjadi kawasan industri kendaraan listrik terpenting di Asia Tenggara di masa depan.

“Proyek grand package ini merupakan proyek skala besar yang dapat mendukung produksi baterai kendaraan listrik sebesar 3,5 juta unit dan 200 gigawatt per tahun,” katanya di KIT Batang secara daring di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Baca juga
Kuartal I-2022, Antam Catatkan Pertumbuhan Laba 132 Persen

Lee Bang Soo mengatakan proyek yang akan dibangun di lahan seluas 275 hektare itu akan menerapkan teknologi terbaru konsorsium LG.

“Proyek grand package ini akan memberikan kontribusi utama bagi industri baterai sekunder global dalam 26 tahun ke depan,” katanya.

Konsorsium LG akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan PLN untuk mengoperasikan pabrik dengan energi daur ulang. Hal ini  sejalan dengan tren ESG global.

Konsorsium LG akan Produksi Baterai Secara Massal

Konsorsium LG juga akan bekerja sama dengan Antam dan IBC untuk memproduksi baterai kendaraan listrik secara massal. Kedua pihak rencananya akan menandatangani kesepakatan joint venture (JV) pada September 2022.

Baca juga
Pabrik Feronikel Milik Antam Mulai Beroperasi Februari 2023

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dalam kesempatan yang sama, menjelaskan investasi proyek grand package merupakan bagian dari investasi untuk membangun ekosistem baterai listrik di Indonesia senilai 9,8 miliar dolar AS (setara Rp142 triliun).

Investasi proyek grand package itu juga merupakan implementasi rencana tahap kedua dari investasi senilai 9,8 miliar dolar AS tersebut.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut perintah Presiden Jokowi untuk bisa membangun ekosistem baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

“Sejak perintah Bapak Presiden kepada kami di akhir 2019, untuk bagaimana membangun ekosistem EV battery, maka langkah komprehensif dan terukur telah kita lakukan. Pertama, Hyundai, mobil listrik sudah berdiri dan sudah berproduksi. Kemudian, baterai,” kata Bahlil.

Tinggalkan Komentar