Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Konsumsi Jemaah Haji, Mendag Zulhas Minta Produk RI Gampang Masuk Saudi

Rabu, 25 Jan 2023 - 13:01 WIB
Konsumsi Jemaah Haji, Zulhas Minta Produk RI Gampang Masuk Pasar Saudi - inilah.com
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan saat melakukan pertemuan dengan Presiden Eksekutif SFDA Hisham bin Saad Al-Jadhey di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (24/1/2023). (Foto: Humas Kemendag)

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta Saudi Food and Drug Authority (SFDA) memberikan fasilitas dan kemudahan untuk akses produk-produk Indonesia masuk ke pasar Arab Saudi.

Permintaan tersebut disampaikan Mendag Zulhas dalam pertemuannya dengan Presiden Eksekutif SFDA Hisham bin Saad Al-Jadhey di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa (24/1/2023) waktu setempat.

Ia berharap SFDA dapat segera menindaklanjuti beberapa hal yang menjadi konsen Indonesia untuk mempermudah proses registrasi produk-produk Indonesia di Arab Saudi.

“Sehingga, produk-produk Indonesia dapat dikonsumsi oleh jemaah haji, khususnya jamah haji Indonesia,” ujar Mendag Zulhas dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Pertemuan keduanya bertujuan untuk memperkuat ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi serta menyelesaikan isu perdagangan yang berpotensi menghambat ekspor Indonesia ke Arab Saudi.

Mendag Zulhas menyampaikan agar SFDA dapat memberikan fasilitas dan kemudahan untuk akses produk-produk Indonesia masuk ke pasar Arab Saudi, antara lain produk pangan olahan, produk perikanan khususnya ikan budidaya, produk unggas dan daging, serta mempercepat penyelesaian pembahasan kerja sama tentang jaminan kualitas produk halal.

Baca juga
Jenderal Yaman Pimpinan Satgas Anti-Houthi Ditembak Mati di Marib

Indonesia telah mengekspor produk unggas dan daging ke Jepang, Singapura, Timor Leste, Papua Nugini. Sementara untuk produk perikanan telah dipasarkan ke AS, China, Jepang, Swiss, Norwegia, Islandia, dan beberapa negara lainnya.

“Saya meminta SFDA untuk segera melakukan pertemuan di tingkat teknis untuk mempercepat proses registrasi produk-produk Indonesia dan segera menyelesaikan pembahasan kerja sama di bidang halal, sehingga produk-produk Indonesia khususnya produk di sektor pertanian dan perikanan Indonesia dapat segera diterima di pasar Arab Saudi,” kata Mendag Zulhas.

Ia pun meyakini hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi akan semakin meningkat. Hal ini didukung dengan rencana pembentukan persetujuan dagang antara Indonesia dan Gulf Cooperation Council (GCC) dan Arab Saudi sebagai salah satu negara anggota GCC.

Baca juga
Resesi Global 2023, Perusahaan Crazy Rich Kalsel tak Lakukan PHK

Sementara itu, Hisham bin Saad Al-Jadhey dalam pertemuan tersebut menyampaikan Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi terjalin sangat kuat.

Arab Saudi telah menerapkan standar untuk beberapa produk tertentu dan Indonesia memiliki produk- produk yang sangat berkualitas. Untuk itu, SFDA mempercayai produk-produk Indonesia sudah banyak diterima pasar Arab Saudi. SFDA akan berupaya memfasilitasi dan memberi kemudahan bagi Indonesia dalam upaya untuk masuk ke pasar Arab Saudi.

“Terkait dengan registrasi produk-produk Indonesia, khususnya produk perikanan, unggas dan daging serta kerja sama di bidang halal segera tindaklanjuti. Kami segera lakukan pertemuan di tingkat teknis dengan mitra di Indonesia untuk membahas percepatan proses registrasi dan termasuk terkait biaya, serta pembahasan terkait halal sehingga produk-produk Indonesia dapat segera masuk ke pasar Arab Saudi,” lanjutnya.

Baca juga
Tiga Ketum Ada di Kabinet, KIB Makin Solid Dukung Pemerintah

Hisham berharap hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi semakin kuat, karena masih banyak potensi-potensi kedua negara yang dapat dikerjasamakan, baik di bidang perdagangan maupun investasi.

Turut mendampingi Zulikifli Hasan, yaitu Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional.

Tinggalkan Komentar