Kamis, 14 Mei 2026 | 26 Dzulqa'dah 1447
inilah.commarketsektor riilKonsumsi Rumah Tangga Dongkrak Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

Konsumsi Rumah Tangga Dongkrak Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

Ikhsan Medium.jpeg
Rabu, 6 Mei 2026 - 14:30 WIB
Share
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 menunjukkan resiliensi yang luar biasa. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melampaui capaian periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,87 persen.

Motor utama di balik akselerasi ini adalah konsumsi rumah tangga yang tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Komponen ini memberikan kontribusi paling dominan dengan andil sebesar 2,94 persen terhadap total pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Momentum Hari Raya dan Mobilitas Masyarakat

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa terjaganya daya beli masyarakat menjadi faktor kunci. Kuatnya konsumsi domestik ini tak lepas dari momentum hari besar keagamaan dan libur nasional.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 salah satunya ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Kehadiran hari raya Nyepi dan Idul Fitri terbukti menjadi stimulan kuat bagi aktivitas ekonomi. Peningkatan mobilitas warga selama periode libur panjang berdampak langsung pada bergairahnya sektor transportasi, perdagangan, serta akomodasi dan makan minum. 

Data menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara tumbuh 13,14 persen, sementara sektor angkutan darat melonjak drastis hingga 20,20 persen.

Stimulus Pemerintah Jaga Daya Beli

Selain faktor musiman, kebijakan pemerintah juga memegang peran sentral dalam menjaga psikologi pasar. Berbagai stimulus seperti pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-14 menjadi bantalan kuat bagi daya beli masyarakat kelas menengah dan bawah.

Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas suku bunga dan pemberian diskon tiket transportasi juga berkontribusi pada terjaganya level konsumsi.

 Di sisi lain, adaptasi teknologi masyarakat kian terlihat dengan meningkatnya transaksi di e-retail, marketplace, serta penggunaan uang elektronik yang terus menanjak.

Investasi dan Program Strategis Nasional

Meski konsumsi menjadi bintang utama, komponen lain tetap menunjukkan performa positif. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi mencatat pertumbuhan solid sebesar 5,96 persen, yang digerakkan oleh kolaborasi sektor pemerintah dan swasta.

Menariknya, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan mencapai 21,81 persen. Lonjakan ini dipicu oleh realisasi belanja negara yang masif, termasuk pelaksanaan program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap perputaran ekonomi di daerah.

Dengan fundamen konsumsi domestik yang kuat, ekonomi Indonesia mengawali tahun 2026 dengan pijakan yang sangat stabil di tengah ketidakpastian global.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com