Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Korban Sipil Bertambah, AS dan Eropa Siapkan Sanksi Baru buat Rusia

Sanksi Baru Rusia
(foto: Business Insider)

AS dan Eropa pada Selasa (5/4/2022) berencana menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia atas pembunuhan warga sipil di Ukraina, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan jumlah korban yang ditemukan mungkin akan bertambah.

Pasukan Rusia ditarik dari kota-kota di sebelah utara ibu kota Kiev pekan lalu untuk difokuskan ke wilayah selatan dan timur Ukraina. Pasukan Ukraina merebut kembali kota-kota yang diduduki Rusia selama hampir enam pekan, termasuk Bucha, di mana banyak mayat warga sipil tergeletak di jalan-jalan.

Foto-foto mengejutkan tentang kuburan massal di Bucha dan mayat orang-orang dengan tangan terikat dan lubang peluru di kepala mengundang kemarahan internasional pada Senin (4/4/2022).

Presiden AS Joe Biden mendesak sebuah pengadilan kejahatan perang terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. AS, Jerman, dan Prancis juga mengancam Moskow dengan sanksi-sanksi baru.

Baca juga
Soal UMP 2022, Buruh Dukung Anies, Apindo Disebut Siram Bensin ke Api

Rusia membantah tuduhan apa pun terkait pembunuhan warga sipil. Mereka mengatakan akan memperlihatkan ‘bukti empiris’ di sidang Dewan Keamanan PBB pada Selasa untuk membuktikan bahwa pasukan Rusia tidak terlibat.

Dalam pidato lewat video Selasa pagi, Zelenskyy mengatakan dia juga akan berbicara di depan Dewan Keamanan PBB pada Selasa untuk mencari dukungan bagi penyelidikan di Bucha.

“Dan ini hanya satu kota. Salah satu dari banyak komunitas di Ukraina yang pernah diduduki Rusia,” kata Zelenskyy seperti dilansir Reuters, Selasa.

“Sekarang, ada informasi bahwa di Borodyanka dan beberapa kota Ukraina lain yang dibebaskan, jumlah korban jiwa selama pendudukan mungkin lebih banyak lagi,” lanjut dia, merujuk pada sebuah kota berjarak 25 km dari barat Bucha.

Baca juga
Umur Terpaut Jauh, Surya Paloh Emoh Dampingi AHY

AS mengatakan akan mendorong penangguhan keanggotaan Rusia dari Dewan HAM PBB atas pembunuhan di Bucha, seraya menyebut partisipasi Moskow di dewan itu sebagai ‘lelucon’.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan dirinya telah berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tentang Bucha.

Kuleba menekankan ‘bahwa Ukraina akan menggunakan semua mekanisme PBB yang tersedia untuk mengumpulkan bukti dan meminta Rusia bertanggung jawab’.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan pada Senin bahwa Putin dan pendukungnya akan ‘merasakan akibat’ dari peristiwa di Bucha dan bahwa sekutu Barat akan menyepakati sanksi baru buat Rusia dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga
Rusia Berpotensi Segera Serbu Ukraina, Warga AS Didesak Segera Keluar dari Negara Itu

Penasihat keamanan nasional Presiden Biden, Jake Sullivan, mengatakan sanksi baru AS terhadap Moskow akan diumumkan pekan ini. Departemen Luar Negeri AS mengatakan mereka mendukung tim penuntut dan pakar internasional untuk mengumpulkan dan menganalisis bukti kekejaman.

Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan Uni Eropa harus membahas larangan gas Rusia, meskipun sejumlah kalangan mengingatkan kemungkinan saksi itu akan memicu krisis energi di Eropa.

Gas Rusia menyumbang sepertiga kebutuhan Eropa dan Putin berusaha menggunakan energi sebagai senjata untuk menyerang balik sanksi Barat.

Namun, Rusia tetap menjaga aliran gasnya lewat jalur pipa utama ke Eropa, meskipun ada ketidakjelasan tentang tuntutan Putin agar gas Rusia dibayar dengan rubel.

Tinggalkan Komentar