Kamis, 09 Februari 2023
18 Rajab 1444

Korban Tragedi Kanjuruhan Kembali Bertambah Jadi 133 Orang

Selasa, 18 Okt 2022 - 15:30 WIB
Penulis : Anton Hartono
Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) (ist)

Korban meninggal dunia dari tragedi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang kembali bertambah menjadi 133 orang. Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar dr Kohar Hari Santoso, Selasa (18/10/2022).

“Ada satu lagi korban dari tragedi Kanjuruhan yang sudah kami rawat sejak hari kejadian,” ujarnya.

Sebelumnya korban mengalami penurunan kesadaran dan kondisinya terus berangsur memburuk, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (18/10/2022) pukul 13.20 WIB,

Diketahui, korban meninggal dunia usai dirawat di RSUD Saiful Anwar sejak 2 Oktober 2022 itu bernama Andi Setiawan (33), warga Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Sementara itu, salah satu tim dokter anestesi dan ICU RSUD Saiful Anwar Malang dr Eko Nofiyanto menjelaskan pasien tersebut masuk dalam perawatan rumah sakit pada 2 Oktober 2022 dini hari dengan kondisi kritis.

Baca juga
Di Beranda Istana Alhambra (10 – Menjadi Khatib dan Imam)

“Saat itu, pasien masuk dengan kondisi kritis dengan penurunan kesadaran. Ada cedera di beberapa tempat,” kata Eko.

Eko menjelaskan sejumlah trauma yang dialami korban adalah memar di paru-paru, patah tulang iga dan tulang paha sebelah kanan. Dengan kondisi tersebut, korban dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU).

Menurutnya, pengawasan secara penuh dilakukan kepada pasien sejak hari pertama masuk perawatan di rumah sakit. Namun, kondisi korban selama 16 hari menjalani perawatan di ICU tidak stabil dan kritis.

“Sejak datang hingga terakhir, pasien dirawat di ICU. Penyebab kematian ada multi-trauma yang dialami,” katanya.

Baca juga
Tak Kunjung Dicopot, Irjen Ferdy Sambo Dinilai Punya Beking Politik

Sejumlah langkah perawatan yang dilakukan pada saat pasien berada di ICU adalah membantu pernafasan pasien menggunakan alat bantu untuk menjamin ketersediaan oksigen kepada pasien.

Namun, kondisi pasien yang masih belum stabil tersebut, menyebabkan tim dokter tidak bisa melakukan tindakan operasi. Sehingga, penanganan selama 16 hari tersebut fokus pada trauma yang dialami korban.

“Saat pasien kita rawat, kondisinya tidak stabil. Jadi, masih belum memungkinkan untuk tindakan operasi,” ujarnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Usai pertandiangan, sejumlah suporter turun ke area lapangan dan diadang petugas keamanan yang berjaga. Suasana semakin ricuh ketika pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke arah penonton.

Baca juga
IHSG Miliki 8 Sentimen Positif, 10 Saham Layak Trading Pekan Ini

Adanya penembakan gas air mata itu menjadikan para penonton saling berebut keluar, hingga mengakibatkan ratusan nyawa melayang karena kehabisan napas serta terinjak-injak di pintu keluar.

Tinggalkan Komentar