Korban yang Ditabrak Oknum TNI tak Dapat Santunan Jasa Marga

Korban yang Ditabrak Oknum TNI tak Dapat Santunan Jasa Marga

Salah satu keluarga korban yang ditabrak oknum TNI di Nagreg, Jawa Barat (Jabar) pada Sabtu (8/12) tak dapat santunan dari Jasa Marga. Alasannya korban yang bernama Handi Saputra (18) tidak tewas di lokasi kejadian trabrakan tersebut.

Ayah kandung Handi, Entes Hidayatullah mengatakan, pihak kepolisian sudah mendatangi pihak keluarga bahwa korban. Kedatangan polisi untuk memberi penjelasan jika korban Handi tak dapat santunan kecelakaan dari Jasa Marga.

Namun hingga saat ini pihak Jasa Marga belum mendatangi kediaman keluarga korban untuk menjelaskan soal santunan.

“Mereka langsung menjelaskan kepada keluarga Handi tidak akan menerima santunan kecelakaan tersebut. Karena, korban tidak meninggal saat kecelakaan. Tetapi untuk perempuan mendapatkan santun karena telah meninggal lokasi kejadian,” kata Hidayat, di Garut, Selasa (28/12/2021).

Baca juga  Kerap Berkomentar Soal Agama, MUI Minta KSAD Dudung Fokus Urus TNI dan Papua

Meski tak dapat dari Jasa Marga, keluarga korban mendapat santunan dari Kepala Staf Angkatan Darat dan Panglima Kodam XIII/Merdeka, Gorontalo.

“Dari keluarga selama ini tidak ada apa-apa lagi tapi ini negara hukum maka kami minta ada hukuman bagi pelaku dan jika perlu hukuman berat. Namun, selama ini bagi keluarga juga belum menerima santunan dari PT Jasa Raharja terkait kecelakaan terjadi hingga untuk sekarang apakah ada syarat lain atau bagaimana,” ujarnya.

KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman memastikan pihaknya sudah menahan oknum anggota TNI yang terlibat tabrak lari. TNI akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Baca juga  Dugaan Kasus Suap Pepen, KPK Geledah Sejumlah Tempat di Bekasi

“TNI AD akan tunduk pada supremasi hukum dengan menyerahkan penyelesaian perkara berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku berada di Peradilan Militer. Akan tetapi, terkait pemecetan ketiganya akan menyesuaikan dan tentang pidana tambahan akan mengurus semua administrasi ketiganya,” ujarnya.

Peristiwa tabrakan yang melibatkan Handi, Salsabila, dan tiga oknum TNI AD terjadi pada 8 Desember 2021. Setelah peristiwa tersebut, tiga oknum anggota TNI itu membawa para korban dan hilang secara misterius. Korban juga tidak tahu kemana setelah kejadian tersebut.

Tinggalkan Komentar