Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Korea Selatan Cabut Hampir Semua Aturan COVID-19

Aturan Covid-19
(foto: AFP)

Korea Selatan pada Senin (18/4/2022) mencabut hampir semua aturan terkait tindakan pencegahan COVID-19 saat kasus varian Omicron surut dan angka harian infeksi menurun menjadi di bawah 50.000.

Pencabutan sebagian besar pembatasan menjadi suatu langkah besar bagi negara itu untuk kembali ke kehidupan normal.

Berdasarkan kebijakan baru, jam malam bagi restoran dan tempat-tempat usaha lainnya dihapus, demikian pula dengan batas 10 orang yang diizinkan untuk berkumpul.

Mulai pekan depan, orang-orang sudah akan diperbolehkan untuk makan kudapan di bioskop serta fasilitas-fasilitas umum lainnya dalam ruangan, seperti stadion.

Namun, warga masih diwajibkan mengenakan masker. Pemerintah berencana dalam dua minggu akan mengkaji kemungkinan pencabutan wajib masker di luar ruangan.

Baca juga
Penerima Vaksin COVID-19 Dosis Lengkap di Indonesia Capai 124,08 Juta Jiwa

Pelonggaran pembatasan tersebut dilakukan pada saat jumlah kasus virus corona di Korea Selatan turun ke angka 47.743 pada Senin.

Angka itu merupakan yang terendah sejak 9 Februari. Jumlah kasus sempat meroket selama pertengahan Maret, yaitu di kisaran 620.000 per hari.

Sementara itu, beberapa aturan masih akan tetap diterapkan, termasuk kewajiban karantina bagi orang-orang yang masuk ke Korsel dalam keadaan belum divaksin COVID.

Selain itu, orang-orang yang sudah divaksin lengkap tetap harus memberikan bukti hasil negatif tes COVID-19.

Korsel selama ini cukup berhasil membendung jumlah kematian serta kasus kritis COVID berkat gerakan besar-besaran vaksinasi.

Baca juga
Pakar Kesehatan China Sebut Varian Omicron Lebih Mematikan

Negara itu kini telah mengurangi gerakan pelacakan kasus dan upaya pembendungan gelombang virus corona.

Tindakan-tindakan sebelumnya yang dijalankan Korsel tersebut menjadi cerita sukses selama sebagian besar masa dua tahun pandemi.

Hampir 87 persen dari 52 juta penduduk Korsel sudah menjalani vaksinasi COVID-19 dan 64 persen penduduk sudah mendapatkan dosis booster, menurut data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel.

Tinggalkan Komentar