Selasa, 24 Mei 2022
23 Syawal 1443

Korea Selatan Punya 14 Calon Presiden dalam Pilpres 2022

Pilpres Korea Selatan - inilah.com
Pilpres Korea Selatan 9 Maret 2022 diikuti 14 Calon Presiden

Sebanyak 14 orang Calon Presiden (Capres) akan bertarung dalam Pemilu Presiden (Pilpres) Korea Selatan (Korsel) pada 9 Maret mendatang.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In, diketahui tidak lagi mencalonkan diri untuk periode kedua setelah mengakhiri masa jabatannya tahun ini. Konstitusi Korsel mengatur seorang Presiden boleh menjabat hanya untuk satu periode dengan masa jabatan lima tahun.

Sebanyak 14 capres tersebut telah mendaftarkan diri sejak pendaftaran dibuka pada Minggu (13/2/2022) lalu. Komisi Pemilu Nasional menyatakan ada 11 capres yang mendaftar pada Minggu (13/2) dan tiga capres pada Senin (14/2).

Dari 14 capres itu, ada empat kandidat yang paling menonjol. Mereka yaitu Lee Jae-Myung dari Partai Demokratik dan Yoon Suk-Yeol dari Partai Kekuatan Rakyat. Kemudian Ahn Cheol-Soo dari Partai Rakyat dan Sim Sang-Jeung dari Partai Keadilan.

Baca juga
Mendagri Tito Sebut Kepala Desa Tidak Dilarang Berpolitik

Dari empat nama itu, capres Lee dan Yoon menjadi yang paling diunggulkan dalam polling terbaru. Keduanya bersaing ketat dalam polling, meskipun Yoon mampu mempertahankan keunggulan tipis dalam beberapa pekan ini.

Survei Pilpres

Survei yang dirilis oleh Realmeter pada Minggu (13/2) menunjukkan 41,6 persen responden mendukung Yoon dan 39,1 persen responden mendukung Lee. Sementara survei yang dilakukan Southern Post menunjukkan Yoon meraup 35,3 persen dukungan responden, atau unggul dengan selisih tipis 0,5 persen dari Lee.

Pilpres tahun ini dijuluki sebagai ‘pemilu yang paling tidak disukai’ karena tingginya angka ketidakpuasan publik dan kampanye kotor yang dilakukan para capres.

Baca juga
Seandainya Saya Menteri Kabinet Pak Jokowi…

Masa kampanye pilpres yang telah dimulai sejak Selasa (15/2) waktu setempat akan digelar selama 22 hari ke depan.

Selama masa kampanye, para capres diperbolehkan menggelar kampanye di jalanan, memasang poster, dan mengirimkan material kampanye kepada para pemilih. Tidak hanya itu, para capres juga diperbolehkan memasang iklan di televisi dan radio hingga satu hari sebelum hari H.

Melansir Reuters dan kantor berita Yonhap, Kamis (17/2/2022), Pilpres Korsel tahun ini diprediksi akan menjadi pertarungan politik paling ketat dalam 20 tahun terakhir. Dua partai politik utama di negara tersebut, Partai Demokratik yang kini berkuasa dan Partai Kekuatan Rakyat yang menjadi oposisi utama akan bertarung sengit.

Baca juga
Ngaku Jenderal Bintang 3, Yusuf Tipu Wanita Hingga Rp1 Miliar

Salah satu isu yang cukup menarik dalam Pilpres Korsel tahun ini yaitu terkait uji coba senjata Korea Utara (Korut) dan melanjutkan perundingan dengan Kim Jong Un.

Tinggalkan Komentar