Sabtu, 03 Desember 2022
09 Jumadil Awwal 1444

Dukung Pendidikan, Yayasan Korindo Tebar Beasiswa untuk Mahasiswa Berprestasi

Jumat, 25 Nov 2022 - 22:38 WIB
Yayasan Korindo bagikan beasiswa untuk 25 mahasiswa berprestasi dari 5 kampus. Salah satunya IPB, Jakarta, Jumat (25/11/2022). (Foto: Humas IPB University).

Tahun ini, 25 mahasiswa berprestasi menikmati beasiswa dari Yayasan Korindo. Mereka berasal dari lima perguruan tinggi, yakni UI, UNAS, IPB, UGM dan UPI.

Penyerahan beasiswa Yayasan Korindo untuk Mahasiswa Berprestasi Periode 2022/2023 dilakukan Sekretaris Jenderal Yayasan Korindo, Seo Jeongsik secara virtual. Bea siswa diberikan kepada mahasiswa dengan program studi Pendidikan Bahasa Korea, Kebudayaan dan Bahasa Korea, Bahasa Korea, serta Fakultas Kehutanan. “Saya mengucapkan selamat kepada yang terpilih. Kami berharap beasiswa ini bisa menjadi penyemangat bagi para mahasiswa untuk terus aktif dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ungkapnya, Jakarta, dikutip Jumat (25/11/2022).

Seo Jeongsik menyatakan, program beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap mahasiswa yang tetap mempertahankan motivasi dan prestasinya saat menimba ilmu di kampus. Khususnya saat masa, sulit pasca pandemi Covid-19.

Tahun ini, kata dia, Yayasan Korindo membagikan beasiswa dengan total Rp125 juta untuk 25 mahasiswa. Tiap siswa berhak atas bea siswa Rp5 juta. Penyerahan beasiswa dilakukan pada 21, 23 dan 23 November 2022 yang diikuti perwakilan perguruan tinggi, serta seluruh penerima beasiswa.

Baca juga
Jokowi Gelar Karpet Merah untuk Pembangkit Nuklir, Begini Kata Pengamat

Program beasiswa Yayasan Korindo untuk mahasiswa berprestasi ini, sudah berlangsung sejak 1998. Sedikitnya, 830 mahasiswa sudah merasakan manfaat dari program ini. Selain pemberian beasiswa kepada mahasiswa, Yayasan Korindo juga secara rutin menyalurkan bantuan pendidikan kepada putra dan putri karyawan Korindo Group yang berprestasi. Jumlah totalnya mencapai 2.019 siswa dan siswi.

Eunike Janet Putri, mahasiswa semester tujuh Universitas Indonesia (UI) yang menerima beasiswa Yayasan Korindo merasakan betul manfaat positif dari pemberian beasiswa Yayasan Korindo. Sebab sejak pandemi menghantam dua tahun lalu, ia harus membagi waktunya untuk mengajar les Bahasa Korea demi meringankan orang tuanya membayar biaya kuliah.

“Keluarga saya mengalami kesulitan selama pandemi, jadi saya harus mengambil freelance mengajar Bahasa Korea untuk membiayai kuliah. Beasiswa ini tentunya membantu saya fokus pada aktivitas akademis dan mempersiapkan tugas akhir di semester depan,” tuturnya.

Baca juga
Donasi Beasiswa Pendidikan bagi Anak-anak Terdampak COVID-19

Wakil Rektor bidang Akademik UPI, Prof Didi Suryadi mengatakan, sekitar 40 ribu mahasiswa berkuliah di UPI, sebagian berasal dari masyarakat menengah-bawah. Pandemi COVID-19, menekan para orang tua mahasiswa untuk membayar biaya kuliah.

“Kami sesungguhnya sudah menimbang beberapa opsi untuk membantu orang tua mahasiswa seperti pengurangan SPP atau penundaan pembayaran SPP. Maka dengan adanya beasiswa ini akan sangat membantu mahasiswa sehingga bisa meneruskan kuliah sampai selesai,” ucap Didi.

Apresiasi program mulia yang digagas Yayasan Korindo ini, mendapat apresiasi dari Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNAS, Dr Fairuz, dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Dr Setiadi. “Terima kasih karena Yayasan Korindo telah memberikan dukungan dan motivasi kepada para mahasiswa berprestasi. Mahasiswa yang berhak mendapat beasiswa telah melalui seleksi, yang memiliki IPK terbaik dalam perkuliahan,” ucap Fairuz.

Baca juga
Kalau Pilih Naikkan Harga BBM Subsidi, Pemerintahan 'Raja Tega'

Wakil Rektor I IPB, Prof Drajat Martianto menjelaskan, beasiswa Yayasan Korindo untuk mahasiswa berprestasi periode 2022/2023, mendorong multiplier effect di kalangan mahasiswa. “Beasiswa dari Yayasan Korindo mendorong mahasiswa untuk menciptakan multiplier effect dan meningkatkan environment untuk terus berprestasi, agar adik-adik mahasiswa yang lain terpacu untuk meraih beasiswa bergengsi seperti ini,” jelas Drajat.

Menurut Drajat, multiplier effect ini memungkinkan mahasiswa berperan sebagai agen perubahan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan di Indonesia.

 

Tinggalkan Komentar