Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Korsel Tertarik Investasi Air Bersih di IKN, Menteri Basuki Gelar Karpet Merah

Selasa, 15 Nov 2022 - 10:23 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Pemerintah menggelar karpet merah lebar-lebar bagi sejumlah investor Korea Selatan (Korsel) yang kepincut dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mendukung rencana para investor dari negeri K-POP itu yang tertarik membangun sistem air bersih di IKN Nusantara. “Kami mengapresiasi rencana Korea Selatan untuk ikut partisipasi membangun sistem penyediaan air bersih di IKN Nusantara,” ujar Menteri Basuki di Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Dia menambahkan, rencana awal konstruksi akan dimulai pada 2024, namun Kementerian PUPR berharap dapat dipercepat proses penyusunan rencana teknis rincinya, sehingga dapat mulai dibangun instalasinya pada 2023.

Baca juga
Kenal Jokowi Sejak 2012, Bambang Susantono akan Jadi Ketua Otorita IKN

Basuki mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Republik Korea (Korea Selatan) dapat ikut aktif mendukung persiapan hingga pelaksaan World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan diselenggarakan pada 18-24 Mei 2024 di Bali.

Pada 10 November 2022, dilakukan penandatanganan Framework Agreement 10th World Water Forum antara Pemerintah Indonesia dengan World Water Council (WWC). “Kami akan bekerja dengan cermat karena waktu persiapan kurang dari 2 tahun. Kami berharap Republik Korea dapat ikut berpartisipasi aktif untuk membantu kami dalam persiapan 20th World Water Forum ini,” kata Menteri Basuki.

Selanjutnya pada Senin (14/11/2022), Menteri Basuki dan Menteri Lingkungan Republik Korea Han Wha Jin meneken Joint Statement on the Green Transition Initiative di Nusa Dua, Bali. Langkah ini merupakan bagian dari perhelatan KTT G20.

Baca juga
Lagu Mr.Ambiguous jadi Pembuka Konser Mamamoo di ICE BSD

Joint statement tersebut, merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) Pembangunan Infrastruktur Hijau yang telah disepakati dan ditandatangani pada 15 Maret 2022 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kerja sama bidang infrastruktur hijau ini mencakup manajemen sumber daya air dan penyediaan air bersih, konstruksi bangunan efisiensi energi, kota eco-smart, serta identifikasi dan infrastruktur untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Tinggalkan Komentar