Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Korut Laporkan 232.000 Lebih Kasus Baru ‘Demam’

Kamis, 19 Mei 2022 - 14:12 WIB
Korut Kasus Baru
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melakukan pemantauan stok obat di apotek di Pyongyang. (foto: KCNA)

Korea Utara melaporkan 232.000 lebih kasus baru ‘demam’ dan enam kematian terkait, selama sehari terakhir dalam dugaan wabah COVID-19.

Data itu dirilis oleh kantor berita milik pemerintah, KCNA, Rabu (18/5/2022). Namun sejauh ini, Korut menolak untuk mengaitkan peningkatan kasus dengan gejala seperti virus corona dengan pandemi.

Jumlah keseluruhan kasus mencapai 1,17 juta dan kematian berjumlah 62 sejak kasus pertama dilaporkan pada April.

Hingga kini, lebih dari satu juta orang sudah dinyatakan sembuh dan sekitar 691.170 masih dirawat.

Pemerintah meminta apotek dan toko obat untuk tetap buka 24 jam setiap harinya. Militer dikerahkan untuk membantu pengaturan pasokan medis.

Baca juga
Inilah Wilayah yang Naik Level 2, DKI Naik Level 2

Pada Selasa (17/5/2022), pemimpin Korut Kim Jong-un saat berpidato pada pertemuan Politbiro Komite Sentral Partai Buruh Korea (WPK) mengkritik para pejabat lantaran tidak mengambil langkah nyata yang tepat untuk mencegah wabah virus.

“Sikap pejabat-pejabat tinggi negara yang tidak positif, lamban, dan tanpa aksi sepenuhnya membongkar titik-titik rentan dan kekosongan usaha kita dan walhasil semakin menambah kesulitan dan kesusahan pada masa awal aksi pencegahan epidemi di mana waktu adalah kehidupan,” kata Kim seperti dikutip KCNA.

Korut merupakan salah satu negara yang tidak melaporkan kasus apa pun sejak pandemi COVID-19 mulai muncul lebih dari dua tahun silam.

Baca juga
Amankah Anak di Bawah 12 Tahun Masuk ke Mal?

Strategi pencegahan COVID Korut mengandalkan penutupan perbatasan total sejak Januari 2020.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memiliki catatan vaksinasi COVID-19 di negara berpenduduk lebih dari 25 juta jiwa tersebut.

Pyongyang beberapa kali menolak tawaran pasokan vaksin dari masyarakat internasional dan saat ini mereka memerangi COVID-19 dengan obat antibiotik.

Tinggalkan Komentar