Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Kasus Bupati PPU, KPK Dalami Peran Andi Arief dan Jemmy Setiawan di Musda Partai Demokrat

0411 105102 C278 Inilah.com  - inilah.com
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief. Foto: Istimewa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami peran dua politikus Partai Demokrat (PD), Andi Arief dan Jemmy Setiawan dalam mendukung Bupati Penajam Paser Utara (PPU) nonaktif Abdul Gafur Mas’ud di Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim). Upaya ini berlangsung seiring langkah KPK yang telah memeriksa Andi dan Jemmy sebagai saksi dugaan kasus suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten PPU pada Selasa (10/5/2022) kemarin.

“Pendalaman materi pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan pertemuan kedua saksi (Andi Arief dan Jemmy Setiawan) dengan tersangka AGM (Abdul Gafur Mas’ud) untuk membahas dukungan bagi tersangka AGM sebagai salah satu kandidat dalam Musda pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat wilayah Kaltim,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu (11/5/2022).

Baca juga
KPK Panggil Andi Arief Terkait Kasus Korupsi Bupati Panejam Paser Utara

Namun, Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud sendiri enggan menanggapi upaya KPK mendalami peran politikus Partai Demokrat Andi Arief dan Jemmy Setiawan dalam mendukung dirinya di Musda Partai Demokrat Kaltim. Hal ini mengemuka saat awak media menanyakan Abdul Gafur Mas’ud rampung menjalani pemeriksaan KPK hari ini.

“Gak, gak tahu. Saya gak tahu (Musda dan aliran dana saat Musda Demokrat Kaltim),” kata Abdul.

Abdul Gafur Mas’ud merupakan salah satu tersangka dugaan kasus suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten PPU

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief, menepis tudingan pemeriksaan yang ia jalani terkait Musda Partai Demokrat Kaltim.

Baca juga
3 Orang Terluka Akibat Ledakan di Sibolga

“Perkara yang sedang dalam penyidikan saat ini ini bukan menyoroti soal Musda Partai Demokrat. Lebih pada bukan hanya kejadian OTT (operasi tangkap tangan), tetapi sebelum-sebelumnya juga,” kata Andi usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa sore (10/5/2022).

Dia menyatakan, KPK tidak bertanya tentang aliran dana di Musda tersebut.”Aliran dana tidak. Tidak ada pertanyaan soal prosedur Musda. Ada beberapa hal yang saya tidak bisa sampaikan di sini,” kata Andi menambahkan. [yud]

Tinggalkan Komentar