Kamis, 02 Februari 2023
11 Rajab 1444

KPK Diminta Selidiki Proyek Terminal 3 Ultimate

Senin, 15 Ags 2016 - 06:11 WIB
Penulis : Indra Hendriana

INILAHCOM, Jakarta - Pembangunan proyek terminal 3 Ultimate diduga terjadi tindak pidana korupsi karena tidak susuai spesifikasi. Sebab, belum genap satu bukan diresmikan terminal tersebut banjir.

Penyelidikan itu dilakukan dengan melakukan pemanggilan terhadap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sebab, sebelum jadi Menhub dia adalah Direktur Utama Angkasapura.

"Jadi dengan adanya kebanjiran itu kelihatan ada yang salah speknya itu, jadi untuk itu KPK bisa turun tangan untuk meminta dokumen pengadaan sekaligus memanggil direktur Utama Angkasapura yang notabennya Menhub sekarang," kata Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Kadafi pada INILAHCOM, Jakarta, Minggu (14/8/2016).

Menurut dia, apabila proyek senilai triliunan rupiah itu dikerjakan dengan benar dan menggunakan spek yang tepat, diyakini insiden itu tidak akan terjadi. Untuk itu, kata dia, Budi merupakan orang yang paling bertanggungjawab atas banjirnya terminal itu.

"Kalau proyek itu sesuai dengan spek tidak akan ada banjir. Jangan PD dia menteri tidak bisa dipanggil KPK," papar Uchok.

Budi Karya Sumadi selama ini dikenal sebagai profesional yang bertangan dingin dalam memimpin sebuah perusahaan. Kiprahnya mulai mentereng sejak memimpin Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibukota, yakni PT. Pembangunan Jaya Ancol dan PT. Jakarta Propertindo (Jakpro).

Budi merupakan lulusan jurusan arsitektur Universitas Gajah Mada tahun 1981 ini sudah malang melintang di berbagai proyek pembangunan kawasan di sekitar Jakarta. Setidaknya dari biodata Budi Karya, sudah sejak 1982 bekerja di PT Pembangunan Jaya sampai 2004 silam. Posisi tertinggi ia menduduki Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang memimpin pengembangan Ancol.

Diketahui, pada Minggu 14 Agustus 2016 terminal 3 Ultimate banjir karena hujan deras. Ini merupakan masalah terbaru yang muncul, setelah gedung terminal dioperasikan perdana pada tanggal 9 Agustus. Isu lainnya yang sempat mencuat yakni ketika terjadi keterlambatan penerbangan selama beberapa jam.

Kementerian Perhubungan mengklaim, genangan air yang  terjadi di jalan depan Terminal 3 sebagai insiden yang tidak berpengaruh kepada aspek penerbangan. [ind]