KPK Kalah Telak dan Singkap Tabir Taliban

KPK Kalah Telak dan Singkap Tabir Taliban - inilah.com
Foto Istimewa

Novel Baswedan bersama 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi dipecat  pada Kamis (30/9/2021). Akibat tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK), sehingga tak dapat diangkat menjadi  aparatur sipil negara (ASN) KPK.

Walau demikian para pegawai KPK yang tidak lolos TWK itu, justru mau direkrut Polri menjadi ASN di Korps Bhayangkara. 

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sangat serius merekrut Novel Baswedan Cs, karena mereka mewarisi rekam jejak yang baik selama proses pemberantasan korupsi saat aktif di lembaga anti rasuah.

Keyakinan lembaga Polri yang dipimpin oleh Jenderal Bintang Empat itu, sekaligus mementahkan ketidakpercayaan KPK yang juga saat ini dipimpin oleh Polisi aktif, Komjen Pol Firli Bahuri terhadap Novel Baswedan dkk. 

Baca juga  Kasus Pelarian Adelin Lis Masih Belum Selesai, Polri Diminta Turun Tangan

“Narasi murahan tentang “taliban” diruntuhkan oleh pernyataan Kapolri yang justru membuka pintu untuk para pegawai KPK tersebut,” ujar eks juru bicara KPK, Febri Diansyah dalam akun Twitter, dikutip Senin (4/10/2021).

Pengakuan Mantan Satpam KPK

Mantan petugas keamanan (satpam) KPK Iwan Ismail yang dipecat terkait keberadaan bendera HTI di gedung KPK, akhirnya buka suara setelah dua tahun dipecat.

Iwan membenarkan adanya pemasangan bendera mirip Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di salah satu meja pegawai KPK. Itu terlihat olehnya di lantai 10 saat patroli pada Februari 2019 lalu.

Iwan kemudian mengambil foto bendera tersebut dan berencana melaporkan temuannya itu, tetapi karena Iwan adalah anggota Banser Kabupaten Bandung, ia terlebih dahulu menyebarkannya ke grup WhatsApp grup Banser dan kemudian menjadi viral. 

Baca juga  Hari Ini Novel Cs Dipecat, KPK Dijaga Ketat

“Saya bekin surat dengan harapan meluruskan isu rumor dulu 2019 yang pernah terbesit di khalayak mengenai ada atau tidaknya berita itu. Saya buktikan itu sudah terbukti dan dilihat CCTV dan  emang ada bendera itu pas saya di BAP Pengawas Internal KPK,” ungkap Iwan lewat video yang beredar di media sosial. 

Singkap Tabir Isu Taliban

Tabir soal isu Taliban, diklaim Febri Diansyah akhirnya terungkap setelah merujuk pada pengakuan Iwan Ismail, soal keberadaan bendera organisasi yang sudah dilarang di Indonesia HTI di Gedung KPK.

Sebab, bendera yang diceritakan sedemikian rupa seolah-olah simbol Taliban di KPK ternyata tidak berada di meja kerja 57 pegawai KPK yang dipecat karena tak lulus TWK. 

Baca juga  Eks Pegawai KPK: Orang yang Berhentikan Kami Tak Boleh Tenang

“Tapi karena enggak ada isu lain yang bisa dipakai menyerang apa boleh buat yang basi diolah lagi. Isu bendera ini semakin membuktikan Pegawai KPK yang disingkirkan adalah korban,” ucap Febri. 

Tinggalkan Komentar