Rabu, 06 Juli 2022
07 Dzul Hijjah 1443

KPK Langsung Tahan Azis Syamsuddin

Sabtu, 25 Sep 2021 - 04:55 WIB
KPK Langsung Tahan Azis Syamsuddin - inilah.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (AZ) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan penanganan perkara korupsi yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

“Setelah penyidik memeriksa para saksi kurang lebih ada 20 orang saksi dan dikuatkan dengan alat bukti maka tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Jakarta Selatan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu dini hari (25/9/2021).

Sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19, tersangka AZ akan menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari di rutan tersebut.

Saat ke luar dari Gedung KPK, AZ yang telah mengenakan rompi tahanan KPK memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media. Dia langsung masuk mobil tahanan KPK yang akan membawanya ke Rutan Polres Jakarta Selatan.

Baca juga
Walikotanya Tersangka, KPK Periksa Sekda Bekasi

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga AZ memberikan suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) senilai Rp3,1 miliar.

“Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH (Maskur Husain/advokat) sebesar Rp4 miliar yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp3,1 miliar,” kata Firli.

Firli menjelaskan pada sekitar Agustus 2020, AZ yang merupakan politikus Partai Golkar itu menghubungi SRP dan meminta tolong mengurus kasus yang melibatkan AZ dan Aliza Gunado (AG) yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK.

AG merupakan kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

“Selanjutnya, SRP menghubungi MH untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut,” kata Firli.

Setelah itu, lanjut dia, Mh menyampaikan pada AZ dan AG untuk masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp2 miliar.

Baca juga
OTT Surabaya, KPK Amankan Hakim dan Uang Suap

“SRP juga menyampaikan langsung kepada AZ terkait permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh AZ. Artinya ada kesepakatan,” ungkap Firli.

Selanjutnya, Ketua KPK mengatakan bahwa MH diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp300 juta kepada AZ.

“Untuk teknis pemberian uang dari AZ dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan rekening bank milik MH. Selanjutnya SRP menyerahkan nomor rekening bank dimaksud kepada AZ,” papar Firli.

Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, lanjut Firli, AZ dengan menggunakan rekening bank atas nama pribadinya diduga mengirimkan uang sejumlah Rp200 juta ke rekening bank MH secara bertahap.

“Masih di bulan Agustus 2020, SRP juga diduga datang menemui AZ di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap yang diberikan oleh AZ, yaitu 100.000 dolar AS, 17.600 dolar Singapura, dan 140.500 dolar Singapura,” katanya.

Baca juga
Eks Pegawai Gabung Polri, KPK: Bagi Kami Sudah Selesai

Firli mengungkapkan uang-uang dalam bentuk mata uang asing tersebut kemudian ditukarkan oleh SRP dan MH ke money changer menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain.

Atas kasusnya tersebut, tersangka AZ disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tinggalkan Komentar