Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

KPK Lelang Tanah dan Rumah Milik Eks Bupati Talaud di Bekasi

Selasa, 21 Jun 2022 - 13:30 WIB
Img 20190827 Wa0029 1566904386138 - inilah.com
Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip. Foto: Antara

KPK mulai memproses eksekusi harta berupa tanah dan bangunan milik eks Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), Sri Wahyumi Maria Manalip di kawasan Bekasi. Aset milik terpidana perkara suap tersebut sudah dalam proses lelang yang dilakukan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi.

Pelaksana tugas (Plt) Jubir KPK, Ali Fikri menyebutkan, proses lelang dimulai pukul 13.00 WIB, Selasa (21/6/2022) menggunakan metode penawaran closed bidding dengan mengakses https://www.lelang.go.id. Barang rampasan yang dieksekusi berupa satu unit tanah dan bangunan yang berlokasi di Kota Bekasi, Jawa Barat, tersebut bakal dilelang pada 19 Juli 2022.

Baca juga
Kantor Wali Kota Ambon Digeledah 13 Jam, Penyidik KPK Sita Dokumen

“KPK bersama dan melalui perantaraan KPKNL Bekasi akan melelang eksekusi barang rampasan di muka umum berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Manado Nomor: 22/Pid.Sus-TPK/2021/PN Mnd tanggal 25 Januari 2022 atas nama terpidana Sri Wahyumi Maria Manalip yang berkekuatan hukum tetap,” kata Ali Fikri.

Objek yang bakal dilelang yaitu satu unit tanah dan bangunan di Perumahan Citra Gran Blok Q 05 Nomor 10 Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisempurna, Kota Bekasi, dengan tanah/luas bangunan 92 meter persegi/93 meter persegi sebagaimana Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 7747 atas nama PT Sinar Bahana Mulya (barang yang dilelang tidak dilengkapi dengan bukti kepemilikan).

Baca juga
Lelang SUN Sepi Peminat karena Investor Asing Kepincut Saham

“Barang rampasan itu ditentukan harga limitnya senilai Rp1.405.765.000 dan peserta lelang diwajibkan memberikan uang jaminan Rp300.000.000,” ujar Ali.

Sri Wahyumi dipidana perkara penerimaan gratifikasi terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara 2014-2017. Sri divonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain pidana badan, majelis hakim juga menjatuhkan vonis membayar uang pengganti Rp9,3 miliar terhadap yang bersangkutan.

Tinggalkan Komentar