Sabtu, 03 Desember 2022
09 Jumadil Awwal 1444

KPK Siap Lindungi Saksi yang Dilaporkan Haji Isam

Jumat, 08 Okt 2021 - 16:39 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
KPK Siap Lindungi Saksi yang Dilaporkan Haji Isam - inilah.com
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap memberikan perlindungan kepada mantan Tim Pemeriksa Pajak Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Yulmanizar. Dia sebelumnya dilaporkan ke Mabes Polri oleh pemilik PT Jhonlin Baratama, Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

“Setiap saksi juga sepanjang beritikad baik memberikan keterangan yang benar, tentu pasti akan dilindungi secara hukum baik oleh KPK maupun LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban),” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2021).

Ghufron menegaskan Yulmanizar memiliki hak dan kebebasan untuk membeberkan apapun yang diketahuinya terkait dengan kasus tersebut. Keterangan Yulmanizar juga tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun.”Keterangan yang disampaikan (saksi) adalah apa yang ia alami, ia dengar atau lihat secara langsung,” ujar Ghufron.

Baca juga
KPK Didesak Hadirkan Lili Pintauli dalam Persidangan Kasus Tanjungbalai

Menurut Ghufron Haji Isam baru bisa melaporkan Yulmanizar jika terbukti berbohong. Itu pun, kalau ada bukti yang kuat.”Kalau ternyata apa yang disaksikan atau pun diterangkan pada kesaksiannya dalam proses hukum ternyata bohong atau tidak benar, maka pihak-pihak yang memiliki yang berkepentingan atau dirugikan atas keterangan tersebut, secara hukum itu memungkinkan untuk kemudian mengadukan, itu sah-sah saja,” tutur Ghufron.

Sebelumnya, Haji Isam melaporkan Yulmanizar ke Mabes Polri usai bersaksi di persidangan. Haji Isam menilai kesaksian Yulmanizar mencemarkan nama baiknya.

Sebelumnya, dalam sidang kasus pajak Senin, 4 Oktober 2021, jaksa KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan mantan tim pemeriksa pajak Yulmanizar. Dalam BAP itu, Yulmanizar menerangkan mengenai pertemuannya dengan konsultan pajak PT Jhonlin Baratama, Agus Susetyo.

Baca juga
Plt Jubir KPK Ali Fikri Lolos Seleksi jadi Kepala Sekretariat Dewan Pengawas

Menurut Yulmanizar, Agus mengatakan permintaan pengaturan nilai pajak datang langsung dari pemilik Jhonlin, Haji Isam. Yulmanizar yang bersaksi dalam sidang membenarkan isi BAP tersebut.

Dalam perkara ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Angin Prayitno Aji, Dadan bersama tim pemeriksa pajak menerima suap Rp 57 miliar untuk mengatur nilai pajak tiga perusahaan. Ketiga perusahaan itu adalah PT Jhonlin, PT Gunung Madu Plantations dan PT Bank Pan Indonesia.

Tinggalkan Komentar