Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Kremlin, Kota 1001 Kisah yang Melegenda

Sabtu, 29 Jan 2011 - 05:27 WIB
Penulis : Dahlia Krisnamurti

INILAH.COM, Jakarta - Kremlin, Moskow, tidak hanya sekadar pusat pemerintahan Rusia. Bukan pula semata–mata kompleks yang dikelilingi benteng dan sejumlah menara yang di ujungnya ada bintang–bintang dengan dominasi warna merah dan hijau.

Moskow merupakan ibu kota Kerajaan Rusia di bawah pimpinan Ivan the Great pada abad ke–15. Moskow kehilangan statusnya sebagai ibu kota saat Peter the Great memindahkannya ke Saint Petersburg pada 1721.

Meski demikian, Moskow tetap dilanjutkan sebagai pusat kebudayaan dan industri. Kebesaran Moskow sebagai pusat pemerintahan Uni Soviet kembali pada 1918, dalam pemerintahan Lenin.

Beberapa tempat di Kremlin terbuka untuk umum dan banyak dikunjungi wisatawan. Karena Kremlin juga merupakan pusat pemerintahan, terkadang sejumlah tempat wisatawan itu ditutup untuk umum tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Sejumlah tempat yang sering dikunjungi antara lain Museum Armory yang merupakan museum tertua di Rusia. Koleksinya begitu menakjubkan, seperti perhiasan, senjata, dan harta benda kekayaan kerajaan.

Dulunya Armory adalah ruangan yang dibangun pada zaman Tsar Nicholas I tahun 1840 untuk menyimpan koleksi Kremlin yang meningkat, terdiri dari perhiasan, pakaian bersulam, jubah kenegaraan/resmi, senjata, barang–barang dari email, dan patung atau gambar orang suci.

Katedral yang ada di Kremlin juga sayang untuk dilewatkan. Dari luar memang tampak tidak menarik, hanya bangunan dengan cat putih yang di atasnya terdapat kubah seperti kubah masjid berwarna kuning emas. Tetapi masuklah ke katedral, seluruh dindingnya penuh lukisan indah. Sungguh memesona.

Koleksi lain yang ada di sini adalah Meriam Kaisar yang merupakan meriam tertua dan terbesar di dunia. Lalu ada Bel Kaisar yang diletakkan di lantai yang sebagian pecah. Pemandu biasanya menyarankan pengunjung untuk menyentuh bel ini dan berdoa, karena bel ini dianggap bisa memberikan keberuntungan.

Lapangan Merah dengan panjang 695 meter dan lebar 130 meter itu terkenal sebagai tempat parade militer dan perayaan lainnya. Kata 'merah' bukan dari sekitar benteng yang dominan merah atau lambang komunis. Tetapi 'merah' dalam bahasa Rusia juga mengacu pada arti indah.

Setiap gedung di Lapangan Merah punya legendanya sendiri. Di sini ada Kuburan Lenin, persis di depan benteng Kremlin, Katedral Saint Basil yang terkenal dengan keindahannya, pusat perbelanjaan GUM, serta Museum Sejarah.

Keindahan yang mencolok dari Lapangan Merah adalah Katedral Saint Basil. Menara–menara katedral ini memiliki karakteristik unik dengan warna–warna atraktif. [mor]