Krisis Energi, Harga Batubara Terjun Bebas Jadi  US$159,79 Per Ton

Tambangbatubara - inilah.com
Harga batubara terjun bebas

Jelang pergantian tahun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batubara acuan (HBA) Desember 2021, sebesar US$ 159,79 per ton. Turun 25,6% dibanding bulan lalu US$215,01 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi menjelaskan, penurunan harga ini dipengaruhi oleh intervensi kebijakan pemerintah China dalam menjaga kebutuhan batu bara domestik mereka.

“Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan produksi batu bara dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang berdampak pada meningkatnya stok batubara domestik Tiongkok serta kebijakan pengaturan harga batubara oleh pemerintah setempat,” ujar Agung, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Baca juga  Larangan Ekspor Batubara Sebulan, Maman Golkar Bela Pengusaha

Agung menambahkan, penurunan harga batubara acuan Desember 2021. disebabkan masih berlangsungnya krisis energi diikuti kenaikan harga komoditas energi fosil di luar batu bara.
“Peralihan penggunaan batu bara global akibat melonjaknya harga gas dan minyak bumi mulai pulih,” jelasnya.

Penurunan harga batu bara acuan bulan ini merupakan kali pertama setelah hampir sepanjang tahun mengalami lonjakan harga. Tahun ini, harga batubara acuan dibuka pada level US$75,84 per ton pada Januari. Kemudian, kenaikan signifikan terjadi secara beruntun hingga November pada level US$215,01 per ton.

Sebagai informasi, HBA merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya dengan kualitas yang disetarakan pada 6.322 kilokalori per kilogram GAR, total kelembaban 8,0 persen, total sulfur 0,8 persen, dan abu 15 persen.

Baca juga  Delapan Bulan, Kapasitas Pembangkit Listrik Energi Hijau Bertambah 386 Mega Watt, Ini Daftarnya

Terdapat dua faktor turunan yang mempengaruhi pergerakan harga batu bara acuan yaitu, penawaran dan permintaan.

Pada faktor turunan penawaran dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan negara penyuplai hingga teknis di rantai pasok, seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan permintaan dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti gas alam cair, nuklir, dan hidro.

Nantinya, harga batu bara bulan ini akan dipergunakan pada penentuan harga batu bara pada titik serah penjualan secara free on board di atas kapal pengangkut selama satu bulan ke depan.

Tinggalkan Komentar