Krisis Listrik di Negeri Singa, Membawa Berkah untuk Pengusaha Setrum Indonesia

Krisis Listrik di Negeri Singa, Membawa Berkah untuk Pengusaha Setrum Indonesia - inilah.com

Satu per satu perusahaan listrik swasta di Singapura, tak beroperasi lantaran tak dapat pasokan gas dari Indonesia. Kali ini, Singapura benar-benar krisis listrik.

Di balik nestapa warga Singapura, membawa berkah bagi Indonesia. Lantaran membuka peluang bisnis bagi industri listrik swasta di tanah air.

Benar saja, kongsi bisnis dua taipan kondang yakni Arifin Panigoro dan Anthoni Salim langsung menatap peluang ini. Dan, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), melalui konsorsium Pacific Light Power Pte Ltd (PLP) dan Gallant Venture Ltd, entitas Grup Salim, ancang-ancang mengekspor melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Rencananya, konsorsium ini mengekspor listrik dari PLTS yang dibangun di Pulau Bulan, Kepulauan Riau, setelah menerima izin prinsip impor listrik dari Energy Market Authority (EMA) Singapura.

Baca juga  Memaknai Badai Kehidupan

Sebagai tahap awal, proyek ini memiliki kapasitas 670 MWp yang akan menyediakan listrik yang setara dengan 100 MW non- intermittent ke Singapura. Hal ini sejalan dengan rencana Pemerintah Singapura dalam melaksanakan program Singapore Green Plan 2030 untuk meningkatkan porsi energi terbarukan. Konsorsium telah menandatangani joint development agreement saat acara Singapore International Energy Week pada 25 Oktober 2021.

CEO Medco Power, Eka Satria mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama dengan PLP dan Salim Group dalam mengembangkan Proyek PLTS Pulau Bulan. Perseroan, sebelumnya mempunyai pengalaman dalam mengembangkan proyek pembangkit EBT, seperti PLTP Sarulla, PLTP Ijen, dan PLTS Sumbawa untuk mendukung operasi tambang Grup Medco.

Baca juga  Jika Ingin Juara AFF, Timnas Harus Punya Mental Seperti Saat Lawan Taiwan

“Untuk Indonesia, proyek ini akan membawa banyak manfaat, antara lain meningkatkan investasi di bidang EBT, kesempatan peningkatan lapangan kerja dan industri terkait,” kata Eka, Selasa (26/10/2021).

Sementara itu, Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi menambahkan, proyek ini merupakan bagian dari komitmen perseroan terkait perubahan iklim dan rencana pengembangan portofolio energi terbarukan.

Untuk mengantisipasi krisis listrik, pemerintah Singapura mencanangkan impor listrik sebesar 4 Giga Watt (GW). Di mana, daya listrik 4 GW itu mencakup 30 persen dari total kebutuhan listrik negeri Singa.

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong mengatakan, dalam waktu dekat impor listrik itu akan dilakukan sebesar 100 Megawatt (MW) masing-masing dari Malaysia dan Pulau Bulan, Indonesia. “Ini uji coba untuk menyelesaikan masalah teknis dan peraturan mengenai perdagangan listrik lintas batas,” kata Gan, Senin (25/10/2021).

Baca juga  Rumah 2 Lantai Ini Diklaim Tahan Gempa, Apa Istimewanya?

Meski peluang besar untuk memasok listrik ke Singapura terbuka lebar, namun disyaratkan dari energi primer non-karbon, termasuk batubara. Negara itu saat ini tengah menggencarkan upaya menekan emisi karbon.

Tinggalkan Komentar