Krisis Sampah Puncak Bogor, 6 Ton Diangkut dari Kawasan TNGGP Megamendung

Eiger Adventure Land Angkat 6 Ton Sampah di Puncak Bogor, Target 30 Ton. (Foto: Eiger)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Penanganan sampah di kawasan hulu kembali menjadi sorotan setelah aksi bersih lingkungan yang digelar di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor. Sebanyak 6 ton sampah berhasil diangkat dari kawasan Desa Sukagalih, Megamendung, dalam kegiatan yang melibatkan puluhan relawan dan pemangku kepentingan lingkungan.
Aksi tersebut digelar pada pertengahan Maret 2026 oleh EIGER Adventure Land bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dan pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Sekitar 70 relawan diterjunkan untuk membersihkan timbunan sampah di zona pemanfaatan kawasan konservasi tersebut.
Hasil pembersihan tahap awal mencatat sekitar 6 ton sampah atau setara empat truk berhasil diangkut. Namun, berdasarkan estimasi di lapangan, total timbulan sampah di titik tersebut diperkirakan mencapai 30 ton. Artinya, proses pembersihan masih akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh area terbebas dari sampah.
Persoalan sampah di kawasan hulu seperti Puncak dinilai memiliki dampak berlapis. Selain mencemari lingkungan, timbulan sampah yang tidak terkelola juga berpotensi mengganggu aliran air, memicu banjir, serta meningkatkan risiko longsor di wilayah lereng.
Data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menunjukkan bahwa timbulan sampah nasional pada 2023 mencapai 56 juta ton per tahun.
Dari jumlah tersebut, hanya 39 persen yang dikelola dengan baik. Sisanya, 22 persen masih ditimbun dengan metode open dumping di tempat pembuangan akhir, sementara 39 persen lainnya tidak terkelola dan berakhir di lingkungan, baik melalui pembakaran, pembuangan liar, maupun masuk ke badan air.
Di tingkat daerah, Kabupaten Bogor menghadapi tekanan serupa dengan volume sampah yang mencapai ribuan ton per hari. Kondisi ini memicu munculnya titik-titik pembuangan liar, terutama di kawasan penyangga seperti Puncak.
Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menilai persoalan sampah di kawasan hulu tidak semata terkait volume, tetapi juga perilaku masyarakat. Ia menekankan pentingnya perubahan kebiasaan dalam pengelolaan sampah sejak dari sumber.
“Pembuangan sampah sembarangan berdampak langsung terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran hingga potensi bencana. Perubahan perilaku dan kewajiban memilah sampah dari sumber menjadi kunci,” ujar Imanuel.
Pandangan serupa disampaikan Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University, Arief Sabdo Yuwono. Ia menilai pendekatan konvensional seperti open dumping tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas persoalan sampah saat ini.
Menurut dia, diperlukan sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi, dimulai dari sumber hingga tahap akhir, serta didukung oleh peningkatan kesadaran publik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen EIGER Adventure Land dalam mengembangkan kawasan ekowisata yang berkelanjutan. Selain fokus pada pengembangan destinasi, perusahaan juga mendorong peran sebagai fasilitator dan edukator bagi masyarakat sekitar dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Ke depan, pengelolaan sampah di kawasan Megamendung direncanakan akan diperkuat melalui sistem terintegrasi yang melibatkan masyarakat lokal. Langkah ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah hulu sekaligus mengurangi risiko bencana lingkungan yang dipicu oleh sampah.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.