Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Kritik Vlog Anies, Gembong PDIP Belum Siap Hadapi Demokrasi Digital

Selasa, 14 Des 2021 - 15:00 WIB
Penulis : Willi Nafie
Kritik Vlog Aniies
Youtube Anies Baswedan

Peneliti Kebijakan Publik IDP-LP, Riko Noviantoro menilai kritik vlog Anies oleh Gembong Warsono bertanda Fraksi PDIP DPRD DKI belum siap menghadapi demokrasi digital. Rio menyampaikan ini menyusul kritikan Gembong terhadap konten ‘Dari Pendopo’ dalam akun YouTube pribadi Gubernur DKI Anies Baswedan yang berisi seputar informasi kebijakan dan aturan Pemprov DKI.

Pasalnya, vlog melalui media sosial saat ini telah menjadi bagian dari proses interaksi pemimpin dengan masyarakatnya. Tidak perlu dipisahkan apalagi menganggapnya tabu.

“Saya rasa kritik vlog Anies tersebut membuktikan tidak mampu individu dimaksud melihat perubahan. Realitas teknoligi informasi berkembang harus menjadi alat akselerasi bagi pencapaian kemajuan. Bukan sebaliknya,” kata Riko, kepada Inilah.com, Selasa (14/12/2021).

Baca juga
Presiden Jokowi Perintahkan Evaluasi Level PPKM

Menurutunya sarana formal berkomunikasi bagi pejabat pemerintahan memang perlu dilakukan karena diatur sesuai standar institusi. Tetapi, pelu diingat bahwa target audiens itu ada yang tidak formal, sehingga penting menggunakan komunikasi visual seperti halnya vlog yang dilakukan Anies dalam menyampaikan program atau perkembangan lainnya yang berhubungan dengan pemerintah.

“Seperti anak-anak milenial yang lebih senang nonton yuotube, dia butuh pendekatan non fromalitas seperti lewat vlog itu,” ucap Riko.

Terlalu Cepat Kritik Vlog Anies

Riko meyampaikan penggunaan media sosial seperti YouTube, atau media sosial pribadi lainnya memiliki karakater lebih berbeda bila dibandingkan dengan menggunakan media lainnya. Untuk itu jangan kaku dan langsung kritik vlog Anies. Harus lebih fleksibel dalam menterjemahkan program baik yang sudah atau sedang dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga
Tanggapi Survei BPS, Anies: Warga Jakarta Makin Matang Berdemokrasi

“Ini menjadi alternatif sekaligus pelengkap dari target audien yang diharapkan,” imbuhnya.

Banyak Pejabat Sering Vlog

DPRD sejatinya tak memperdebatkan pola komunikasi melalui media sosial. Pada prinsipnya tidak melanggar etika berkomuniaksi di ruang publik. Ini adalah trend baru yang bakal meluas di masa mendatang.

Bahkan bila menelisik era digital yang semakin menjamur pendekatan seperti saat ini seorang Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga kerap membuat vlog.

“Jadi menurutku Anies, Jokowi, Ganjar, Ridwan Kamil melakukan vlog ya enggak salah,” tutup dia.

Tinggalkan Komentar