Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Kronologi Warga Timika Ditemukan Dalam Perut Buaya

Ist - inilah.com
Ist

Hilang secara misterius potongan tubuh seorang warga ditemukan dalam perut buaya. Potongan tubuh itu adalah korban bernama Damianus Yauta (30), warga Kampung Tipuka, Timika Papua yang kabarnya hilang sejak Kamis (20/1/2022) petang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika George L Mercy Randang di Timika, awalnya ada warga yang melaporkan bahwa Damianus, hilang saat hendak membersihkan kepiting di Sungai Ayuka.

Pihaknya lalu melakukan upaya pencarian korban dilakukan bersama-sama antara Tim SAR gabungan dan warga masyarakat Tipuka dan Ayuka menyisir sungai.

“Saat ditemukan, tubuh korban masih berada dalam mulut buaya sehingga masyarakat memutuskan harus membunuh buaya tersebut dengan cara ditombak beramai-ramai agar jenazah korban bisa dikeluarkan,” jelas George.

Baca juga
Peter Gontha Sebut Asosiasi Pilot Garuda Indonesia Egois

Setelah buaya raksasa itu mati terbunuh, tubuh korban kemudian dikeluarkan dan langsung dievakuasi oleh Tim SAR gabungan menuju rumah kerabatnya di Kampung Ayuka.

Buaya pemangsa korban juga ikut dipikul warga ke rumah kerabat korban. Warga lalu menggelar ritual adat dan membelah
perut buaya pemangsa. Di dalamnya terdapat beberapa potongan tubuh korban tertinggal dalam perut hewan amfibi buas itu.

Kasus buaya memangsa penduduk lokal cukup sering terjadi di sejumlah kampung di wilayah pesisir Mimika yang dipenuhi dengan sungai-sungai besar dan lebar yang ditumbuhi pepohonan bakau lebat, menjadi habitat yang sangat baik untuk bertumbuh-kembangnya buaya.

Baca juga
Penumpang Antre Panjang di Bandara Juanda, Citilink Bantah Karyawannya Mogok

Meningkatnya aktivitas warga lokal di sungai dan kawasan hutan bakau untuk mencari kepiting, udang, ikan dan hasil sungai lainnya menyebabkan habitat buaya menjadi terganggu.

Tidak sedikit pula buaya menjadi perburuan warga selain untuk diambil dagingnya juga untuk diambil kulitnya yang memiliki nilai tinggi di pasaran.

Tinggalkan Komentar