KSAD Dudung Kirim Bintara jadi Ajudan Pribadi Anggota DPR Hillary Brigitta

Anggota Komisi I DPR Hillary Brigitta - inilah.com
instagram.com/hillarybrigitta

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurrachman memenuhi permintaan anggota Komisi I DPR Hillary Brigitta meminta pengawalan anggota TNI.

Hal ini diketahui melalui Surat Telegram nomor ST/3274/2021. KSAD Dudung menyurati Pangkostrad dan Danjen Kopassus. Isi surat yang beredar itu meminta agar Pangkostrad dan Danjen Kopassus  mengirimkan satu orang personel bintara untuk diseleksi sebagai ajudan pribadi Hillary Brigitta.

Dalam dokumen surat yang didapat inilah.com, juga disertakan syarat calon ajudan pribadi Hillary Brigitta. Syarat tersebut yaitu:

1. Pangkat Sertu, usia 24-27 tahun
2. Belum pernah menikah
3. Memiliki motivasi, inisiatif tinggi
4. Bekerja tanggap, cekatan, solutif dan cakap bekerjasama dalam tim.
5. Sehat jasmani dan rohani
6. Tidak sedang menjalani proses hukum
7. Melampirkan RH terbaru

Baca juga  Solo Jadi Tuan Rumah ASEAN Para Games 2022 Gantikan Vietnam

“Daftar nama personel dikirim kepada KASAD UP ASPERS paling lambat tanggal 1 Desember 2021 pukul 14.00 WIB, sebagai pendahuluan dikirim melalui fax atau melalui email,” tulis surat KSAD tersebut dilihat pada Kamis (2/12/2021).

Surat itu dikeluarkan Jenderal Dudung pada 25 November tahun 2021 dan ditembuskan kepada KASAD, WaKASAD, IRJENAD, Aspers Panglima TNI dan Asintel KASAD. Surat itu ditandatangai oleh Aspers KSAD Mayjen Wawan Ruswandi. Namun begitu, belum ada konfirmasi resmi mengenai surat telegram KSAD tersebut.

Sebelumnya, politikus Partai NasDem itu memberikan sejumlah alasan meminta pengawalan TNI. Sederet alasan itu karena tugas yang berat dan sensitif hingga belum menikah.

Baca juga  Benda Mirip Tank Terlihat Mengapung di Perairan Natuna

“Kalau ditanya kenapa, jujur saja saya harus mengakui, cukup tidak mudah untuk menjadi seorang perempuan berusia 20-an dan belum menikah, khususnya di dunia politik yang dinamis dan tidak tertebak. Keharusan untuk tugas luar, bertemu banyak orang, dan bertemu masyarakat sampai larut malam, serta mengutarakan pendapat dan suara rakyat yang terkadang berbeda haluan dengan kepentingan sebagian golongan kuat membuat ancaman dan rasa khawatir tidak terelakkan,” kata Hillary dalam akun instagramnya, Kamis (2/12/2021).

Tinggalkan Komentar