Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

KSP Klaim Telemedisin Desa Efektif Tangani COVID-19: Antigen dan PCR Gratis untuk Warga

Telemedisin - inilah.com
Telemedisin - freepik

Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut layanan kesehatan secara daring atau telemedisin ala desa, efektif untuk mencegah penularan COVID-19.

Salah satunya diterapkan di Desa Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta.

Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo menjelaskan, sistem kerja telemedisin ala desa tersebut mengandalkan pusat kontak layanan (call center) dan akun resmi media sosial tingkat kelurahan.

“Masyarakat yang merasa punya gejala COVID-19 atau hasil antigen atau PCR yang menunjukkan positif, bisa menghubungi call center atau akun sosial media tingkat kelurahan,” kata Abraham dalam keterangannya, Selasa (15/2/2022).

Setelah menghubungi petugas, masyarakat akan didampingi petugas puskesmas untuk dites antigen maupun PCR secara gratis. Masyarakat yang terdeteksi positif COVID-19 juga akan diberikan obat sesuai keluhan yang dialami.

Baca juga
Kronologi Kapolres Nunukan yang Pukul Anak Buah hingga Berujung Pencopotan

“Obat juga akan diantar gratis dan bisa tiba dalam hitungan jam,” ujar Abraham.

Abraham mengakui telemedisin ala desa memang tidak secanggih telemedisin terkemuka yang mengandalkan aplikasi. Namun dengan upaya bersama hasil partisipasi masyarakat, tenaga kesehatan, satuan tugas penanganan COVID-19 tingkat desa/kelurahan, terbukti efektif untuk mencegah terjadinya transmisi lokal varian omicron. Dan mengurangi keterisian tempat tidur rumah sakit.

“Dari telemedisin ala desa itu, puskesmas, kelurahan, babinsa (bintara pembina desa), bhabinkamtibmas (bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat), kepala desa, hingga RT/RW saling terlibat dalam memastikan penemuan kasus dan pemberian obat bisa cepat. Ini contoh nyata wujud gotong royong di tingkat desa dalam menghadapi omicron,” tambahnya.

Baca juga
Inilah Perkembangan Pasar Keuangan yang Jadi Perhatian Investor

Abraham juga berharap kelurahan/desa lainnya bisa mengadaptasi telemedisin tingkat desa tersebut agar penularan COVID-19, utamanya varian omicron, bisa dicegah.

“Kita butuh kerja keras dan kerja sama antara pusat dan daerah, terutama di tingkat-tingkat desa. Jika ini terbangun, kita pasti bisa melewati omicron,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar