Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

KTT G20: Menkeu Sri Mulyani Jelaskan Tiga Tantangan Pemulihan Ekonomi Global

Minggu, 31 Okt 2021 - 10:08 WIB
KTT G20: Menkeu Sri Mulyani Jelaskan Tiga Tantangan Pemulihan Ekonomi Global - inilah.com
Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers di Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021) (dok. Biro Pers Setpres)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemulihan ekonomi global akibat pandemi COVID-19 di seluruh dunia saat ini tengah terjadi meski tidak merata, salah satunya karena akses vaksin yang tidak merata di seluruh dunia.

“Ada negara-negara yang sampai hari ini bahkan jumlah vaksinasinya dari penduduknya kurang dari 3 persen, di negara-negara Afrika. Rata-rata yang di negara-negara miskin baru 6 persen dari penduduknya, sementara negara-negara maju sudah melakukan vaksinasi di atas 70 persen atau bahkan mendekati 100 persen dan mereka sudah melakukan boosting,” kata Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers di Hotel Splendide Royal, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021), seusai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam KTT G20 di La Nuvola.

Selain akses vaksin yang tidak merata, kata Menkeu, pemulihan ekonomi dunia juga terancam oleh dua hal lain, yaitu terjadinya inflasi kenaikan energi dan disrupsi dari suplai.

Baca juga
Negara-negara di Dunia Hampir Bangkrut Gara-gara Pandemi COVID-19

Menurut Menkeu Sri Mulyani, hal tersebut terjadi di seluruh negara yang pemulihan ekonominya sangat cepat meski mengalami komplikasi dalam bentuk kenaikan harga energi dan disrupsi suplai.

“Artinya apa? Waktu permintaan pulih dengan cepat dan kuat, ternyata suplainya tidak mengikuti,” kata Sri Mulyani

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa kenaikan energi yang terjadi sangat cepat karena investasi di bidang energi, terutama yang non-renewable itu sudah merosot tajam dihadapkan pada permintaan energi yang melonjak akibat pemulihan ekonomi. Hal tersebut mendorong inflasi yang tinggi di berbagai negara.

“Ini menjadi ancaman pemulihan ekonomi global. Indonesia perlu juga tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya rembesan hal tersebut,” kata Sri Mulyani.

Baca juga
Economic Outlook 2022 Forum Kanopi FEB UI: Menuju Kesejahteraan Indonesia Tumbuh Baik Tahun Depan

Karena COVID-19 ini adalah ancaman nyata terhadap perekonomian dunia, lanjut Menkeu, di dalam pembahasan antara menteri keuangan dan menteri kesehatan negara-negara G20 disepakati untuk membangun membangun sebuah mekanisme yang disebut pencegahan pandemi (pandemic preparedness).

“Hari ini dunia tidak siap menghadapi pandemi. Nyatanya (pandemi) telah menyebabkan biaya sampai 12 triliun dolar AS, 5 juta orang meninggal, dan lebih dari 250 juta orang yang terkena pandemi ini. Maka, dunia harus menyiapkan lebih baik,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

Dalam KTT G20 kali ini disepakati akan ada joint finance health task force atau satuan kerja antara menteri keuangan dan menteri kesehatan di bawah G20 yang tujuannya adalah untuk menyiapkan prevention, preparedness, and response (PPR) dari pandemi.

Task force tersebut akan dipimpin oleh Menteri Keuangan Indonesia dan Italia.

Baca juga
Wuling EV Resmi jadi Official Car Partner KTT G20

“Indonesia sebagai tuan rumah atau presidensi mulai Desember dan Italia yang sekarang ini menjadi presidensi. Tentu peran Indonesia menjadi penting karena Indonesia adalah negara yang besar dan kita juga punya komitmen terhadap vaksinasi kita,” kata Menkeu Sri Mulyani.

Tinggalkan Komentar

×